Peristiwa

Pelaku Pembacokan di Kediri Sulit Diperiksa Polisi Karena Hanya Diam

KEDIRI, FaktualNews.co – Pasca diamankan pada Senin (7/3/2022) kemarin lusa. Rianto (35) pelaku pembacokan yang menewaskan tiga korban, warga Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, saat ini masih menjalani pemeriksaan kejiwaan di RS Bhayangkara Kota Kediri.

Namun hingga kini petugas masih kesulitan menginterogasi dan meminta keterangan dari pelaku. Pasalnya saat ditanya nama atau keluarga pelaku menjawab. Namun saat ditanya kejadian pembacokan pelaku diam seribu bahasa.

“Jadi kami masih kesulitan mengorek dan meminta keterangan dari pelaku. Karena pelaku sering diam saat ditanya. Apalagi saat ditanya tentang pembunuhan kemarin, pelaku sama sekali tidak menjawab,”kata AKP Rizkika Atmadha, Kasatreskrim Polres Kediri, Kamis (10/3/2022).

AKP Rizkika Atmadha menambahkan, pihaknya masih menunggu dari dokter spesialis kejiwaan dari RS Bhayangkara Kota Kediri, yang masih terus melakukan pendekatan dan pemeriksaan kejiwaan pelaku.

“Kami masih menunggu dari dokter spesialis psikiater RS Bhayangkara, terkait hasil pemeriksaan kejiwaan pelaku. Memang indikasi awal pelaku depresi. Namun kami masih menunggu koordinasi dengan dokter ahli dari RS Bhayangkara Kota Kediri,”ujar Rizkika.

Higga kini sudah ada enam saksi yang dimintai keterangan petugas, terkait kejadian pembunuhan yang terjadi di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Senin (7/3/2022) kemarin, termasuk istri pelaku.

“Kalau dari keterangan istrinya, pelaku sebelum melakukan aksinya sering mendengar bisikan-bisikan ghoib saat di rumah. Selain itu pelaku juga mencium bau amis, padahal di rumah tidak ada apa-apa,” imbuh Rizkika.

Petugas juga sudah menemukan dan menggamankan sabit yang kemarin sempat dibuang pelaku, usai membacok keluarga dan tetangganya secara membabibuta.

“Untuk sabit alhamdulillah sudah kami temukan di belakang rumah pelaku, dan saat ini kami amankan sebagai barang bukti,” terang AKP Rizkika Atmadha.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Pojok gempar saat pelaku mengamuk dan membacok siapa saja yang ditemuinya. Tiga orang tewas di lokasi dan tujuh lainnya menderita luka-luka.