Kewirausahaan

Ibu Rumah Tangga di Kediri Sulap Enceng Gondok Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomi

KEDIRI, FaktualNews.co – Di tangan Agus Praptina Susena, ibu rumah tangga warga Desa Sukorejo Kecamatan Katang Kabupaten Kediri, limbah enceng gondok bisa disulap menjadi kerajinan yang punya nilai jual tinggi.

Bu Seno juga mengajak ibu-ibu sekitar untuk ikut berkarya dan membuat kerajinan dari limbah Enceng gondok.

Ide membuat kerajinan dari limbah enceng gondok berawal saat Bu Seno (panggilan akrab Ny Agus Praptina Susena) merasa prihatin melihat bantaran Sungai Brantas tercemar tanaman enceng gondok.

Hal ini dikarenakan tumbuhan hijau tersebut memang dikenal tumbuh dan mencemari lingkungan sungai.

“Jadi awalnya kami prihatin dan miris dengan banyaknya tanaman enceng gondok yang tumbuh liar di bantaran Sungai Brantas,”kata Agus Praptina Susena, perajin kerajinan dari Enceng gondok, Minggu (3/4/2022).

Bu Seno kemudian berinovasi mengubah batang enceng gondok menjadi kerajinan dan berbagai aksesori home decor.
Seperti tempat pensil, alas piring dan gelas, tempat tisu , tempat hantaran, vas bunga dan lain sebagainya.

“Cara membuatnya, batang enceng gondok yang sudah dipisahkan dari daun dan akarnya kemudian dicuci bersih untuk selanjutnya dijemur beralaskan semen, di bawah terik matahari,” tambah Bu Seno, pemilik Chabi Craft.

Usai dijemur dan dalam kondisi setengah kering, batang enceng gondok kemudian diberi obat anti jamur, supaya air dalam batang enceng gondok benar-benar kering.

“Penjemuran ini dilakukan kurang lebih 1 mingguan, lalu diberi obat anti jamur agar awet dan tidak jamuran,” ujar Bu Seno.

Ada ada dua jenis batang enceng gondok yang sudah kering. Yakni batang kering aslinya dan batang kering yang sudah dipipihkan.

“Dalam proses pembuatan kerajianan home decor, langkahnya dari batang bisa dikepang, dianyam dan dibentuk menjadi kerajinan dan home decor dengan proses akhir dilapisi pernis supaya terlihat cantik dan semakin kuat,” jelas Bu Seno.

Untuk Harga dari kerajianan yang sudah jadi, cukup terjangkau Rp 20.000 rupiah per item. Tetap jika ada pemesanan, seperti membuat karpet dekorasi bisa terjual Rp 400-500 ribu rupiah per buah, tergantung pemesanannya.

“Dalam sebulan chabi craft limbah enceng gondok ini bisa laku 300 buah,” kata Bu Seno.

Diharapkan, dengan pemanfaatan pengolahan limbah enceng gondok ini, mampu mengurangi tanaman enceng gondok di bantaran sungai Brantas.

“Jadi selain mampu mengurangi tanaman liar enceng gondok, juga mampu menambah income warga sekitar bantaran Sungai Brantas sebagai penyetok bahan,” kata Agus Praptina Suseno memungkasi.