Peristiwa

Ratusan Sumber Mata Air di Tulungagung Hilang

TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Ratusan sumber mata air di Kabupaten Tulungagung telah hilang. Hal itu diduga disebabkan karena banyak pepohonan yang berada disekitar mata air berkurang, sehingga menyebabkan sumber mata air juga ikut menghilang.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Tulungagung, Anang Pristitianto mengatakan, berdasarkan data yang dimiliknya, masih ada 200 sumber mata air di Tulungagung. Namun, dari jumlah tersebut, hanya ada 56 sumber mata air yang masih aktif di Tulungagung.

“Sedangkan 144 sumber mata air lainya, masih belum bisa kami pastikan apakah masih bisa berfungsi atau tidak,” ujarnya.

Anang menjelaskan, 56 sumber mata air yang masih aktif itu tersebar di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Gondang, Kalidawir dan Karangrejo. Sedangkan 144 sumber mata air yang masih belum jelas statusnya tersebar di 19 kecamatan di Tulungagung.

“Jadi 144 sumber mata air itu, kadang di musim hujan ada beberapa yang aktif dan memang ada yang sudah benar-benar mati,” jelasnya.

Disinggung upaya apa yang akan dilakukan untuk menghidupkan kembali sumber mata air, Anang mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki target tiap tahun untuk melakukan normalisasi pada dua sumber mata air di Tulungagung. Selain itu, juga akan melakukan reboisasi di sekitar keberadaan sumber mata air.

“Tahun ini kami sudah melakukan normalisasi di Sumber Mata Air Notorejo. Dan setelah itu juga akan melakukan normalisasi di Sumber Mata Air Bedalem, Kecamatan Besuki,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunitas Hijau Tulungagung, Karsi Nero memaparkan bahwa pada 1999 silam, pihaknya pernah melakukan pendataan jumlah sumber mata air di Tulungagung, yang mencapai 2.000 sumber mata air.

“Tapi saat ini sumber mata air di Tulungagung tinggal 200 sumber mata air,” paparnya.

Menurut Karsi, banyaknya sumber mata air yang hilang di Tulungagung disebabkan karena masifnya penebangan pohon untuk kepentingan kelompok tertentu.

Ia menambahkan, di Tulungagung ada dua wilayah yang sumber airnya mengalami kerusakan parah yakni Kecamatan Kalidawir dan Tanggunggunung.(Hammam)