Olahraga

Bonus Atlet Jatim Peraih Medali PON Papua Tak Kunjung Cair

SURABAYA, FaktualNews.co – Setiap atlet Jawa Timur peraih medali pada laga Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 dijanjikan mendapat bonus ratusan juta dari Pemerintah Provinsi (Pemprov). Namun sampai sekarang, bonus yang dijanjikan itu tak ditunaikan.

M (28), atlet asal Mojokerto mengungkapkan, masing-masing atlet peraih medali PON Papua 2021 sejauh ini hanya menerima kurang dari 30 persen dari besaran bonus yang dijanjikan Pemprov Jatim.

Sementara sisanya, sampai sekarang belum ada kepastian kapan dibayarkan.

“Keseluruhan atlet Cabor (Cabang Olahraga) ini belum sampai tuntas masalah bonus,” kata M dalam sambungan telepon kepada FaktualNews.co, Rabu (15/6/2022).

Ia merinci, untuk atlet peraih medali emas perorangan telah diming-imingi bonus sebesar Rp 250 juta. Lalu untuk beregu, masing-masing atlet dijanjikan bonus mulai Rp 100 juta hingga Rp 150 juta.

Sementara bagi atlet peraih perak maupun perunggu, kata M, juga dijanjikan dapat bonus, akan tetapi nilainya lebih kecil.

M menyebut, tersendatnya pemberian bonus atlet Jawa Timur peraih medali sudah dirasakan semenjak awal. Ketika PON Papua baru saja usai, mereka tak kunjung mendapat kucuran bonus.

Padahal, atlet di daerah lain seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat sudah lebih dulu menerimanya.

Para atlet Jawa Timur kemudian menyuarakan agar bonus segera dicairkan dengan menyerang akun Instagram Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Alhasil, Pemprov Jatim memanggil perwakilan atlet peraih medali untuk menerima bonus secara simbolis di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Oktober 2021 lalu.

“Itu langsung anak-anak (para atlet) dipanggil beberapa orang (ke Grahadi) tiba-tiba dicairkan (bonusnya),” kata M.

Sayang tak sepenuhnya bonus diberikan. Masing-masing atlet hanya menerima uang muka sekitar Rp 40 juta.

Ketika mereka meminta sisa bonus yang dijanjikan, pemerintah provinsi melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur justru beralasan tidak ada anggaran karena dipakai untuk penanganan Covid-19.

“Dari Dispora itu nggak ada kepastian ke kita, tapi di media itu Kepala Dispora bilang akan diusahakan akhir Oktober (bonus cair), tiga bulan (menjelang) akhir tahun (2022). Kita pinginnya kan diberi kepastian, jangan diombang-ambingkan,” lanjutnya.

Mewakili atlet peraih medali PON XX Papua, dirinya pun berharap agar Pemprov Jatim tidak sekadar janji kosong dan segera mencairkan bonus yang menjadi hak mereka.

“Kita pingin segera diselesaikan, para atlet kan banyak yang tidak bekerja ada yang masih sekolah. Kita juga butuh asupan untuk latihan kan,” tandasnya.

Di kesempatan berbeda, salah seorang pejabat Dispora Jatim menyampaikan, bonus atlet sudah dialokasikan dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) 2022 dan menunggu disahkan bersama DPRD pada Oktober ini, Rp 81 miliar.

“Karena yang sudah kita berikan Rp 29 miliar untuk bonus diawal, kurangnya Rp 81 miliar. Nanti Oktober akan dicairkan,” katanya.

Ia kemudian meminta maaf atas keterlambatan ini, karena waktu itu memang tidak ada anggaran khusus untuk pemberian bonus atlet peraih medali PON XX 2021.

Sedangkan pimpinan, dikatakannnya, menghendaki hal itu diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas prestasi yang diraih atlet.

“Jadi bukan gara-gara Covid-19, saya pastikan akan cair karena sudah dialokasikan dalam P-APBD 2022,” tutupnya.