FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Empat Karyawan Pabrik Pengolah Limbah Mojokerto Kecelakaan Kerja, Dua Orang Tewas

Peristiwa     Dibaca : 96 kali Penulis:
Empat Karyawan Pabrik Pengolah Limbah Mojokerto Kecelakaan Kerja, Dua Orang Tewas
FaktualNews.co/Lutfi.
Korban kecelakaan kerja saat dirawat di di RSUD Prof Dr Soekandar, Mojosari, Mojokerto.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Nasib nahas  menimpa empat orang karyawan di PT Hijau Alam Nusantara (HAN) yang berada di Desa Manduro, ManggungGajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Sebanyak empat karyawan mengalami kecelakaan kerja pada Kamis (23/6/2022) malam saat membersihkan sisa limbah cair di dalam tangki truk. Akibatnya, 2  orang  dilaporkan tewas dan 2 orang pingsan dalam tangki.

Dua korban tewas yakni, Avatar Febian Ardiansyah , warga Desa Manduro, Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, dan Bambang Arif Purwanto (40) asal Dusun/Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Sedangkan dua korban pingsan yakni Muhamad Rizal Said (27) , warga Desa Manduro, ManggungGajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, dan Feri Heri Purwanto (37) warga Dusun Secikal, Desa Kenongomulyo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan.

Kapolres Mojokerto, AKBP Apip Ginanjar mengatakan, pihaknya menerima laporan insiden tersebut dini hari tadi sekitar pukul 02.30 WIB. Kemudian Anggota Polsek Ngoro dan Satreskrim Polres Mojokerto, langsung mendatangi ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan menggali keterangan dari para saksi.

AKBP Apip Ginanjar tidak menjelaskan secara rinci kronologi kejadiaanya. Namun membenarkan ada empat korban dalam kejadian di perusahaan pengolah limbah.

“Korban empat orang, yang meninggal dua orang, dua lainnya selamat dirawat di RSUD Prof Dr Soekandar (di Mojosari, Mojokerto),” jelas AKBP Apip Ginanjar kepada wartawan, Jumat (24/6/2022).

Jenazah dua korban tewas telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek, Pasuruan. Sedangkan dua korban selamat dirawat di RSUD Prof Dr Soekandar, Mojosari.

Saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab tewasnya dua karyawan PT HAN tersebut. Polisi mengimbau masyarakat menggunakan peralatan pengaman untuk melakukan aktivitas serupa.

“Peristiwa ini masih dalam penyelidikan. Masyarakat kami imbau lebih berhati-hati, safety supaya lebih ditingkatkan,” ungkap Apip.

Menurutnya, PT HAN sudah lama tidak beroperasi. Ada sejumlah barang dan satu truk tangki untuk mengangkut limbah yang rencanaya akan dijual.

“Perusahaan pengolahan limbah sudah lama tutup, mau dijual barang-barangnya. Ada truk tangki sat buat mengangkut limbah juga mau dijual, truk itu dibersihkan sama karyawannya PT HAN,” pungkas Apip.

 

 

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin