FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Pria Asal Madura Diringkus Polisi di Jember, Kirim Daging Sapi Diduga Tidak Layak

Peristiwa     Dibaca : 222 kali Penulis:
Pria Asal Madura Diringkus Polisi di Jember, Kirim Daging Sapi Diduga Tidak Layak
FaktualNews.co/Hatta.
Muklis saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Sumbersari, Jember.

JEMBER, FaktualNews.co – Karena kirim daging sapi yang tidak layak. Muklis (42) warga Desa Payugan, Karangsoken, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep itu diringkus anggota Reskrim Polsek Sumbersari, Jember, Jumat (1/7/2022) dini hari.

Pria tersebut mengirimkan daging sapi tidak layak dan dikhawatirkan membawa virus penyakit mulut dan kaki (PMK) ke Jember.

Pasalnya daging sapi itu mengeluarkan bau tidak enak dan menyengat. Bahkan bentuk daging tidak tampak segar dan warnanya menguning.

Daging sapi itu dibawa dari Pulau Madura ke Jember. Dengan menggunakan mobil pick up berplat M 8068 WD, yang dikemudikan Muklis sendiri.

“Penangkapan ini berdasarkan informasi, adanya pengiriman daging sapi dari luar daerah. Daging sapi ini dikirim ke salah satu kios di wilayah kami,” kata Kapolsek Sumbersari, Kompol Sugeng Piyanto saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Dikatakan Sugeng, daging sapi yang diamankan itu diduga tidak layak.

“Hal itu berdasarkan koordinasi kita dengan Dinas Peternakan setempat. Namun demikian kami masih melakukan penyelidikan terkait daging (sapi) ini. Selain itu, masih kami selidiki apakah pengiriman daging sapi ini dilengkapi surat-surat dari daerah asal, atau juga apakah daging ini ilegal,” ujarnya.

“Tapi masih kami selidiki lebih lanjut, termasuk berapa nominal uang untuk pembelian daging ini dari luar daerah. Juga dijual berapa rupiah daging ini di Jember. Apakah daging ini dari satu ekor (sapi) atau berapa kilo pastinya,” ujar Sugeng.

Terkait ancaman hukuman bagi terduga pelaku dari pengiriman daging sapi diduga tidak layak ini. Kompol Sugeng Piyanto masih mendalami lagi untuk ancaman hukumannya.

Kepada penyidik Muklis mengaku pengiriman daging sapi yang dilakukannya berdasarkan pesanan dari seseorang di Jember.

“Dikirim ke Jember karena ada yang pesan. Karena saya pedagang daging sapi dan juga pedagang sapi. Per kilo daging sapi ini saya jual sekitar Rp 60 – Rp65 ribu,” ucap Muklis saat diperiksa polisi.

“Sapi ini dijual dalam bentuk daging, karena sesuai permintaan pembeli. Karena pembeli mengaku tempatnya jauh dari rumah pemotongan hewan,” akunya.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin