Peristiwa

Gunung Raung Level 2, Dusun di Jember Berjarak 8 Km dari Lahar Dingin Diimbau Waspada

JEMBER, FaktualNews.co – Pasca-erupsi Rabu sore (27/7) lalu, Gunung Raung saat ini masih berstatus Level II (Waspada).

Dari erupsi yang terjadi, gunung yang berada di 3 kabupaten itu, (Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi) mengeluarkan abu vulkanik setinggi 1500 meter, sehingga menyebabkan beberapa wilayah Jember dan Bondowoso terdampak abu.

Kemudian dari hasil pemantauan dan analisis kegempaan yang dikeluarkan BMKG. Kondisi kawah Gunung Api Raung belum stabil.

Bahkan diketahui level status Gunung Raung menjadi waspada, terhitung sejak 29 Juli 2022 kemarin pukul 08:00 WIB. Dari sebelumnya berstatus Level I (Normal).

Sebagai upaya mitigasi bencana, sejumlah relawan dari Bakorwil V Provinsi Jawa Timur di Jember, dan petugas TRC BPBD Jember.

Meninjau lokasi dua dusun yang berada di Desa Jambearum, Kecamatan Sumberjambe.

Peninjauan itu dilakukan, kata Kabid Pemerintahan Bakorwil V Provinsi Jatim Jawa Timur di Jember Choirul Anwar. Karena dua dusun itu dinilai sangat dekat dengan lokasi aliran lahar beku Gunung Raung.

“Akibat erupsi itu. Kita dari Bakorwil V Provinsi Jawa Timur di Jember, bersama TRC BPBD Jember, dan juga relawan. Melakukan mitigasi bencana Senin kemarin. Terlebih lagi kondisi Gunung Raung naik level waspada saat ini. Nah dari pemantauan, saat erupsi kemarin itu, Gunung Raung mengeluarkan abu vulkanik setinggi 1500 meter, dan berdampak di wilayah Jember dan Bondowoso,” kata Choirul saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Selasa (2/8/2022).

Terkait kondisi tersebut, lanjut pria yang juga akrab dipanggil Pak Choi ini, untuk lokasi peninjauan, dipilih yang dekat dengan aliran lahar beku itu. Karena, berjarak kurang lebih 8-9 km dari pemukiman penduduk.

“Sehingga kita mendatangi lokasi pemukiman penduduk itu. Untuk mengecek kondisi masyarakat, juga mengingatkan untuk lebih waspada. Ada dua dusun yang lokasinya dekat aliran lahar beku, yakni Dusun Pace dan Dusun Biarum yang sama-sama ada di Desa Jambearum,” ucapnya.

Selain melakukan mitigasi bencana dan mengimbau masyarakat untuk waspada, dilakukan juga pembagian masker bagi warga.

“Pembagian itu kurang lebih 300 masker untuk warga. Kenapa membagikan masker? Karena debu vulkanik itu sangat membahayakan untuk pernapasan,” katanya.

“Meskipun saat erupsi kemarin tidak terdampak langsung. Padahal lokasinya dekat. Tapi masker itu, sebagai antisipasi jika Gunung Raung erupsi dan statusnya meningkat,” sambungnya.

Namun demikian, lanjut Pak Choi, tidak hanya soal membagikan masker yang dilakukan.

“Tapi kita ingatkan masyarakat untuk lebih waspada. Kita juga sosialisasi. Jika Gunung Raung erupsinya meningkat, maka warga sudah harus menyiapkan diri untuk segera mengungsi. Kami dari Pemprov Jatim, juga sudah berkoordinasi, jika nantinya ada peningkatan dari Status Gunung Raung ini. Masker yang dibagikan semoga bisa membantu, jika terjadi erupsi yang lebih besar,” tandasnya.

Terpisah Koordinator TRC BPBD Jember Sukirno, mengaku sudah menyiapkan logistik. Jika kondisi Gunung Raung kembali meningkat.

“Karena bagian dari mitigasi bencana, adalah menyiapkan logistik bagi warga. Jika sewaktu-waktu erupsi meningkat kita pun siap. Kita koordinasi juga dengan Pemprov Jatim terkait hal ini, lewat Bakorwil. Dari hasil pantauan ini, kita laporkan ke pimpinan,” tuturnya.