Nasional

Demi Hari Jadi NKRI Persada Sukarno Kediri Minta Dukungan Presiden Jokowi

KEDIRI, FaktualNews.co – Guna memperkokoh rasa nasionalisme dan cinta NKRI Persada Sukarno Kediri, bersama perwakilan komunitas yang tergabung dalam Situs Ndalem Pojok Desa Pojok Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, melayangkan permohonan dukungan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, terkait Tasyakuran Doa dan Upacara 18 Agustus 1945 sebagai Hari Berdirinya NKRI atau Hari Jadi NKRI.

Surat permohonan dikirim dan diantarkan sendiri oleh Kushartono, Ketua Harian Persada Soekarno langsung ke Kantor Sektretariat Negara Republik Indonesia. Rabu kemarin, (3/8/2022).

“Alhamdulillah surat permohonan dukungan kepada Bapak Presiden sudah diterima di Sekretariat Negara. Kami yakin Bapak  Jokowi akan mendukung agenda Tasyakuran 17 Agustus sebagai Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia, dan tanggal 18 Agustus sebagai Hari Berdirinya NKRI atau Hari Jadi NKRI di Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno Kediri.  Karena ini baik, demi lebih memperkuat lagi kesadaran berbangsa dan memperkokoh lagi NKRI dan ini sejalan dengan Program Pemerintah dibawah pimpinan Pak Jokowi,” kata Kushartono Ketua Harian Persada Soekarno sepulang dari Jakarta Kamis, (4/8/2022).

Kushartono menambahkan, dalam surat tersebut dia juga memohon arahan, seandainya agenda tasyakuaran kemerdekaan bangsa dan Hari Jadi NKRI itu dianggap menyalahi aturan dirinya siap menghentikan.

“Selain mohon dukungan kami juga sampaikan kepada Bapak Presiden seandainya agenda doa tasyakuran dan upacara Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang kami lakukan setiap tanggal 17 Agustus sebagai upacara tasyakuran, dan tanggal 18 Agustus sebagai berdirinya NKRI ini dianggap menyalahi, maka kami mohon diingatkan, mohon bimbingan dan arahan. Seandainya pun kemudian dilarang kami gak apa-apa. Karena itulah kami berkirim surat kepada Bapak Presiden,” ujarnya.

Beberapa komunitas di Kediri tampak sudah kompak untuk mensukseskan Hari Jadi NKRI, bahkan sebagian siap pasang badan.

“Teman-teman sudah kompak untuk mensukseskan tasyakuran Hari Jadi NKRI,” ujar Ari Hakim LC pentolan Kampung Inggris Pare.

“Kalau ada yang melarang maka kita tetap jalankan upacara, karena secara hukum tidak ada pasal yang melarang. Kita jelaskan kepada mereka dengan cerdas, elegan dan tertib hukum. Saya siap mendukung. Siap pasang badan. Merdeka!,” tegas Ki Aji sesepuh Padepokan Patembayan Jawadipa.

Nampaknya bukan tanpa alasan mengapa tasyakuran Hari Jadi NKRI perlu dimulai dari Kediri.  Sebab, katanya, jika ditelusuri hampir semua hal yang terkait negara  ini berawal dari bumi Kediri.

“Pancasila dasar negara mulai digali oleh Bung Karno di Kediri, lambang negara Garuda Pancasila berasal dari Garudea juga Kediri, semboyan negara Bhinneka Tunggal Ika dari Mpu Tantular Kediri, bendera negara sang merah putih juga dari kerajaan Kediri,” tambah Kus.

Maka menurut mereka sudah semestinya jika Hari Jadi NKRI perlu diawali dari Kediri.
Soal tasyakuran hakekatnya adalah bersyukur kepada Allah, Tuhan YME yang telah menganugerahkan Negara Republik Indonesia ini.

“Insya Allah akan ada hikmah besar dibalik Hari Jadi NKRI ini. Sebab dengan bersyukur kepada Allah atas karunia NKRI maka buahnya bukan hanya kita yang menjaga NKRI, tapi Allah dan para malaikatnya juga ‘menjaga’ NKRI. Saya pikir, sebagai bangsa dan negara yang percaya adanya Tuhan Yang Maha Esa tidaklah berlebihan kami berkeyakinan semacam ini,” pungkas Kushartono.