FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Gegara Puntung Rokok, Lahan Kosong 2 Hektare Dekat Permukiman di Situbondo Terbakar

Peristiwa     Dibaca : 185 kali Penulis:
Gegara Puntung Rokok, Lahan Kosong 2 Hektare Dekat Permukiman di Situbondo Terbakar
FaktualNews.co/fatur
Petugas Damkar mencoba memadamkan api yang membakar semak dan ilalang pada lahan kosong 2 hektare di Situbondo

SITUBONDO, FaktualNews.co – Diduga akibat api puntung rokok tidak dimatikan, lahan kosong penuh ilalang dan rumput liar seluas sekitar 2 hektare lebih di perbukitan Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo terbakar, Jumat (5/8/2022) sekitar pukul 19.00 WIB.

Lokasi lahan kosong yang terbakar berdekatan dengan permukiman , sehingga kebakaran tersebut membuat puluhan warga panik, karena dikhawatirkan kobaran api akan merembet ke pemukiman warga setempat.

Mengetahui lahan kosong di perbukitan terbakar, puluhan warga sekitar, mereka langsung memadamkan kobaran api dengan menggunakan alat seadanya.

Namun karena sulit dipadamkan, satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Pemkab Situbondo pun didatangkan ke lokasi kejadian.

Petugas Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, juga harus berjibaku memadamkan kobaran api dengan menggunakan alat jet shutter, karena dikhawatirkan merembet ke pemukiman warga.

Kobaran api di sejumlah titik lahan kosong baru dapat dipadamkan sekitar satu jam setelah kejadian.

“Puluhan warga langsung memadamkan kobaran api menggunakan alat seadanya. Karena saat kejadian angin bertiup kencang, dan dikhawatirkan kobaran api merembet pemukiman warga,” kata Maryono, salah seorang warga sekitar.

Kepala BPBD Kabupaten Situbondo Zainul Arifin mengatakan, kobaran api yang menghanguskan lahan kosong itu dipadamkan satu jam kemudian, setelah Petugas PMK dan BPBD Situbondo melokalisasi kobaram api.

“Kami belum mengetahui pasti menyebab kebakaran. Diduga kuat kobaran api itu berasal dari puntung rokok, sehingga ilalang dan ranting kering langsung terbakar,” ujar Zainul Arifin.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono