FaktualNews.co

Program Seragam Gratis Pemkot Mojokerto Tahun 2022 Molor, Wali Murid Mengeluh 

Pendidikan     Dibaca : 387 kali Penulis:
Program Seragam Gratis Pemkot Mojokerto Tahun 2022 Molor, Wali Murid Mengeluh 
FaktualNews.co/Istimewa.
Ilustrasi.

MOJOKERRTO, FaktualNews.co – Program seragam gratis untuk siswa baru SD dan SMP yang digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto sejatinya bagus.

Namun, pada tahun ajaran 2022 seragam gratis tersebut belum terealisasi. Padahal, Pemkot Mojokerto melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, menganggarakan Rp 1,2 miliar untuk pengadaan kain seragam SMP dan Rp 1,1 miliar untuk jenjang SD.

“Katanya dapat seragam gratis, tapi anak saya belum dapat. Masak sudah selesai pengenalan lingkungan sekolah belum dapat juga. Jadinya saya harus beli yang baru dulu, karena anak sudah mengikuti pelajaran kelas di SMP,” jelas salah satu wali murid siswa SMPN 4 Kota Mojokerto yang enggan disebut namanya, Kamis (18/8/2022).

Wali murid terpaksa harus membeli tiga stel seragam untuk anaknya. Yakni seragam nasional, pramuka, dan batik khas sekolah Kota Mojokerto. Untuk yang batik, kata Wali murid tersebut, pihak sekolah mewajibkan membeli kain potong di sekolahan dengan harga Rp 225 ribu.

“Beli di toko, habis Rp 200 satu stel. Batiknya disuruh beli berupa kain di sekolah Rp 255 ribu, tidak gratis. Lah itu belum beli yang lainnya,” ungkapnya.

Ia mengaku sangat keberatan karena tidak sesuai dengan janji yang diberikan. Pada saat pendaftaraan siswa baru, pihak sekolah menjanjikan setiap siswa baru bakal mendapat seragam gratis sesuai tiga stel.

“Katanya seragamnya gratis. Tapi katanya diberikan dipertengahan semester biasanya, kalau memang gratis seharusnya diberikan dari awal masuk,” tandasnya.

Sementara,Kepala Dinas Pendidikan dan Kota Mojokerto, Amin Wachid tak menampik jika pembagian seragam gratis tahun 2022 molor. Sebab, paket pengadaan seragam gratis yang sedianya untuk siswa baru yang diterima PPDB tahun ini sempat gagal tender.

Gagalnya tender paket pengadaan seragam gratis itu dipicu spesifikasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tidak sesuai dengan produk.

“Logikanya memang seharusnya dibagikan di awal tahun ajaran baru. Tapi ya bagaimana lagi karena memang terkendala ada aturan TKDN sehingga gagal. Saya akui saya salah, ” katanya.

Amin mengatakan, seragam gratis akan dibagikan dalam bentuk potongan kain. Masing-masing siswa akan menerima tiga stel seragam. Yakni, seragam nasional, pramuka dan seragam khas.

“Saya minta maaf karena terlamat membagikan. Seragam gratis. Nanti dapat kain seragam tiga stel, seragam merah putih untuk SD dan putih biru untuk SMP, terus seragam pramuka, dan  khas,” jelasnya.

 

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin