FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Kasus Terbaru Hacker Bjorka, Bisa Dijerat UU PDP?

Peristiwa     Dibaca : 104 kali Penulis:
Kasus Terbaru Hacker Bjorka, Bisa Dijerat UU PDP?

FaktualNews.co – Aparat hukum terus mendalami kasus kebocoran data oleh hacker Bjorka. Namun ia justru terendus posisinya dari sumber tak terduga dan bukan dari polisi.
Ini beberapa perkembangan baru dari kasus hacker Bjorka yang dilansir dari detik.com.

1. Lokasi Bjorka terungkap?

Entah sudah sampai mana tim khusus yang menangani masalah kebocoran data di Indonesia, telah melacak Bjorka. Namun, nampaknya dia malah terendus dengan cara lain.

Lokasi hacker Bjorka mungkin terungkap setelah melakukan kopi darat (kopdar) dengan seorang pengguna Breachforums bernama Emo. Dalam sebuah thread di situs forum gelap tersebut, Emo mengaku baru bertemu dengan Bjorka.

Dalam postingannya, Emo mengaku bertemu Bjorka di sebuah pusat perbelanjaan di LA, tanpa menjelaskan lebih lanjut apa kepanjangan dari LA tersebut. Namun biasanya, singkatan LA ini mengacu pada Los Angeles, sebuah kota di negara bagian California, Amerika Serikat.

“Saya bertemu Bjorka di pusat perbelanjaan di LA kemarin. Saya bilang ke dia, keren sekali saya bisa bertemu langsung dengannya, tapi saya tidak mau berlaku tak sopan dan mengganggunya untuk berfoto bersama,” tulis Emo.

Bjorka pun membalas thread tersebut dan menulis kalau ia mengaku senang bertemu dengannya. “Senang bertemu denganmu @Emo,” tulis Bjorka

2. Sempat murka dengan akun palsu

Setelah sunyi senyap selama beberapa hari, hacker Bjorka kembali bersuara di channel Telegram. Dia mengomentari banyak akun Bjorka palsu bermunculan dari TikTok, YouTube, Instagram dan Twitter.

“Sejak akun Twitter terakhir saya (@bjorkanesian) diblokir, sampai sekarang, saya tidak punya akun Twitter apa pun. Jadi jika ada akun yang menggunakan nama saya, maka itu adalah akun palsu,” tulis Bjorka di grup Telegram, Selasa (20/9).

Selain itu, Bjorka juga mengaku tak pernah punya akun Instagram ataupun TikTok. Ia juga mengaku tak pernah membuat video di kedua platform tersebut.

“Saya tak pernah punya akun Instagram ataupun TikTok, atau juga membuat video bodoh. F*** orang-orang bodoh yang membuat video aneh dan mengaku menjadi saya,” tambahnya.

Bjorka mengonfirmasi, saluran komunikasi dia hanya Telegram dan forum Breached.to. Namun, alamat Telegram dan Twitter Bjorka yang tercantum di profil Breached.to adalah akun lama yang sudah diblokir dan Bjorka tidak memperbaruinya.

3. Bjorka bisa diburu pasal combo UU ITE dan UU PDP

Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) menjadi amunisi baru bagi Indonesia dalam membentengi data pribadi. Selain melanggar UU PDP, Bjorka jelas melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“(Hacker Bjorka) bisa kena pasal berlapis tuh, yang pertama karena ilegal akses itu bisa kena UU ITE Pasal 30 Ayat 1 sampai dengan 3, kemudian bisa kena UU PDP Pasal 67 Ayat 1, Ayat 2, dan Ayat 3,” ujar Chairman CISSReC Pratama Persadha kepada detikINET, Rabu (21/9).

Pratama mengatakan dengan keberadaan UU PDP, hacker yang terbukti melakukan pelanggaran, seperti yang dilakukan Bjorka, dapat dijerat. Kendati begitu, kata dia, butuh keahlian dan kesabaran untuk menangkap peretas yang hilai.

“Bisa banget dong Apalagi kalau hackernya melakukan penjualan data pribadi masyarakat yang dicurinya. Atau memanfaatkannya untuk doxing,” ungkapnya.

4. Penjual es Madiun ungkap cara dapat Bitcoin dari Bjorka

Muhammad Agung Hidayatullah alias MAH tersangka yang dijerat UU ITE karena membantu Bjorka, mengungkap caranya mendapat uang dari Bjorka. Penjual es dari Madiun ini menjual channel Telegramnya kepada Bjorka untuk kemudian dipakai menebar ancaman.

Pria 21 tahun ini menjelaskan ada beberapa tahapan yang harus dilaluinya sebelum membuat Bitcoin kiriman Bjorka menjadi rupiah. Pertama, Bitcoin senilai USD 100 masuk lewat aplikasi Indodax.

MAH mengaku sengaja membuat akun setelah dia deal harga dengan Bjorka. Setelah Bitcoin masuk di akun Indodax, pemuda asal Warga Desa Banjaransari Kulon, Kecamatan Dagangan itu meneruskannya ke aplikasi trading platform.

Tak sampai di situ, Bitcoin yang diterimanya dipindahkan lagi ke aplikasi Dana. Paling terakhir setelah Bitcoin masuk di aplikasi Dana, bisa langsung dipindah ke rekening bank digital dan otomatis uang dolar berubah jadi mata uang rupiah. Bitcoin hasil penjualan channel Telegram ke hacker Bjorka digunakan untuk mencicil motor.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Mufid
Sumber
detik.com