Pertanian

Petani Jombang Dikenalkan Drone Penyemprot Hama Tanaman

JOMBANG, FaktualNews.co – Para petani di Kabupaten Jombang mulai dikenalkan dengan alsintan (alat mesin pertanian) modern, berupa drone untuk menyemprotkan pestisida pembasmi hama ke tanaman petani.

Alat canggih tersebut dikenalkan oleh PT Tabe Anugerah Makmur berkerjasana dengan Kebun Benih UPT Pengembangan Padi dan Palawija Pemprov Jatim, untuk lebih memudahkan para petani dalam proses penyemprotan pestisida terhadap tanaman.

Pantauan di lokasi, mesin Drone dengan jenis DJI T-10 tersebut mampu mengangkat beban maksimal 10 liter cairan Pestisida serta dengan satu battery mampu terbang selama 10 – 15 menit.

Kemampuan baterai pun bisa terisi penuh hanya dengan 9 menit pengisian daya (charg).

Direktur Operasional PT Tabe, Eko Widiastopo mengatakan, Dengan teknologi ini diharapkan mampu membantu para petani dalam meningkatkan efisiensi proses produksi dan penanganan hama dan penyakit tanaman.

“Dalam sekali mengudara, drone mampu selama 10-15 menit, sedangkan untuk area penyemprotan dalam 3 menit bisa sampai dengan satu hektar lahan,” ujarnya ditemui di sela ujicoba di Kebun Benih Tejo Kecamatan Mojoagung, Senin (10/10/2022).

Ia menambahkan, Angka tersebut terbilang sangat efisien dibandingkan dengan metode konvensional yang membutuhkan, tenaga mulai dari 3 – 5 orang untuk luas lahan yang sama.

“Belum lagi dengan jam kerja yang jelas lebih lama dengan metode konvensional,” tandasnya.

Hal yang sama ditambahkan oleh, Direktur Pemasaran PT Tabe, Toni Syaifudin, terkait efisiensi waktu dan tenaga, aplikasi pestisida yang digunakan petani bisa meningkat dengan keterbatasan tenaga saat ini.

“Teknologi ini sangat luar biasa, pengalaman pertama melihat drone untuk penyemprotan tanaman, dan diharapkan penggunaan drone ini dapat memangkas biaya produksi,” Tegasnya.

Dalam kegiatan ini juga dihadiri Dirut PT Tabe Anugerah Makmur Maulana Al Farizi, menurut Dirut PT TABE kegiatan ini dikenalkan kepada petani binaan, pihaknya sudah bekerjasama sebagai Mitra produksi UPT Pemgembangan Padi dan Palawija Provinsi Jatim.

“Masih kerjasama dengan UPT namun tidak menutup kemungkinan nantinya akan diperluas kepada seluruh petani yang ada di daerah Jawa timur,” pungkasnya.