FaktualNews.co

Jelang Refleksi 9 Tahun Letusan Gunung Kelud, Masih Berstatus Aktif Normal

Peristiwa     Dibaca : 995 kali Penulis:
Jelang Refleksi 9 Tahun Letusan Gunung Kelud, Masih Berstatus Aktif Normal
Khoirul Huda, salah satu petugas Pengamat Gunung Kelud.

KEDIRI, FaktualNews.co-Jelang 9 tahun letusan Gunung Kelud tahun 2014 silam, kondisi Gunung Berapi Kelud yang terletak di Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang, hingga kini masih berstatus aktif normal.

Artinya, berdasarkan hasil pengamatan, keadaan gunung kelud termasuk kawahnya tidak ada perubahan aktivitas secara visual, seismik, dan kejadian vulkanik. Pada status aktif normal ini, berdasarkan pengamatan dari hasil visual, kegempaan dan gejala vulkanik lainnya, kegiatan gunung api tersebut tidak memperlihatkan adanya kelainan.

Demikian disampaikan oleh Khoirul Huda, salah satu petugas Pengamat Gunung Kelud di Pos Pengamatan Gunung Kelud, di area Perkebunan Margomulyo, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Senin (13/2/2023).

Menurut Khoirul Huda, dengan status aktif normal, hal ini menunjukan bahwa tidak ada letusan hingga kurun waktu tertentu. Dengan kondisi ini, lanjut Khoirul, masyarakat diimbau agar tetap tenang dan menjalankan aktifitas sehari-hari seperti biasa.

Masih menurut Khoirul Huda, imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang ini, memang perlu disampaikan, mengingat pada tanggal 13 Februari 2023 ini, jarak dari letusan gunung kelud terakhir tanggal 13 Februari 2014, sudah 9 tahun.

“Untuk letusan tahun 2007 ke letusan terakhir tahun 2014, hanya berjarak 7 tahun. Sehingga wajar bila ada anggota masyarakat yang menanyakan kondisi Gunung Kelud saat ini, karena sudah manjalani masa tenang lebih dari 7 tahun,” ujar Khoirul.

Meski status Gunung Kelud masih aktif normal, lanjut Khoirul, masyarakat dan wisatawan yang datang ke Gunung Kelud, diimbau untuk tidak memasuki/mendekat kawasan kawah aktif Gunung Kelud, karena bisa saja terjadi aktivitas vulkanik secara tiba-tiba yang dapat mengancam keselamatan pengunjung.

Namun begitu sebagai antisipasi bila sewaktu-waktu gunung kelud menunjukkan aktivitas vulkanik, menurut Khoirul, pihaknya sudah melakukan koordinasi dan diskusi dengan BPBD Kabupaten Kediri dan FPRB Kabupaten Kediri.

“Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan sebagai antisipasi bila sewaktu-waktu Gunung Kelud erupsi adalah dengan melakukan penanaman pohon di punggung bukit dan sekitar aliran lahar. Pohon tersebut diharapkan bisa menahan guguran lava dan aliran lahar yang meluncur dari puncak gunung,” urai Khoirul.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Aris