JOMBANG, FaktualNews.co-Salat Lailatul Qadar menjadi amalan yang sangat dianjurkan di sepuluh hari terakhir Ramadhan demi mengharapkan kemuliaan malam Lailatul Qadar.

Lailatul Qadar  adalah malam paling mulia yang dinantikan umat Islam ketika bulan Ramadan karena memiliki banyak keutamaan dan kemuliaannya lebih dari seribu bulan.

Dalam Surah Al-Qadr ayat 2-3 Allah SWT berfirman, yang artinya: “Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan (Lailatul Qadar) itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”

Oleh karena itu, muslim dianjurkan untuk melakukan ibadah dengan semakin sungguh-sungguh dan memperbanyak sunnah atau amal kebaikan lainnya.

Salah satu amalan yang bisa dilakukan adalah melaksanakan salat sunnah Lailatul Qadar sebanyak dua rakaat.

Niat salat malam Lailatul Qadar

Salat sunnah Lailatul Qadar dapat dikerjakan pada malam hari di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Adapun bacaan niat Salat Lailatul Qadar adalah sebagai berikut:

أُصَلَّى سُنَّةً فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

“Ushalli sunnatan fi lailatil qadri rak’ataini mustaqbilal qiblati lillâhi ta’ala.”

Artinya: “Saya niat salat sunnah Lailatul Qadar dua rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

Tata cara Salat Lailatul Qadar

Salat sunnah Lailatul Qadar dilaksanakan sebanyak dua rakaat dengan diawali dengan membaca niat dan diakhiri dengan salam. Berikut tata cara Salat Lailatul Qadar:

Takbiratul ihram

  1. Membaca doa iftitah
  2. Membaca surah Al-Fatihah
  3. Membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 7 kali
  4. Rukuk dengan tuma’ninah
  5. Itidal dengan tumaninah
  6. Sujud pertama dengan tumaninah
  7. Duduk di antara dua sujud dengan tumaninah
  8. Sujud kedua dengan tumaninah
  9. Bangun atau berdiri dengan membaca takbir untuk melanjutkan rakaat kedua
  10. Membaca doa iftitah
  11. Membaca surah Al-Fatihah
  12. Membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 7 kali
  13. Rukuk dengan tumaninah
  14. Itidal dengan tumaninah
  15. Sujud pertama dengan tumaninah
  16. Duduk di antara dua sujud dengan tumaninah
  17. Sujud kedua dengan tumaninah
  18. Tasyahud akhir
  19. Tasyahud akhir
  20. Salam.

Salat sunnah Lailatul Qadar dikerjakan sebanyak dua rakaat. Namun jumlah rakaat bisa juga ditambah hingga empat rakaat atau lebih, sesuai dengan kemampuan dan keikhlasan hati.

Bacaan dzikir dan doa Salat Lailatul Qadar

Seusai melaksanakan salat Lailatul Qadar, dianjurkan untuk melanjutkan dengan membaca istighfar sebanyak 70 kali dengan lafal:

“Astaghfirullaha wa atubu ilaihi.”

Artinya: “Aku memohon ampunan Allah dan aku bertobat kepada-Nya.”

Kemudian, setelah salat dan berdzikir, dianjurkan pula untuk membaca doa Lailatul Qadar seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW:

“Ya Rasulullah, jika aku mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan?” Rasulullah SAW menjawab, “Ucapkanlah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.” (HR. At-Tirmidzi No. 3513, Ibnu Majah No. 3850)

Sehingga, bacaan doa malam Lailatul Qadar yaitu:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau mencintai pemaaf, maka maafkanlah aku.”