JOMBANG, FaktualNews.co-Kecelakaan tunggal terjadi di ruas jalan tol Jombang-Mojokerto, tepatnya terjadi di KM 689+500 jalur A arah Surabaya, wilayah Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.

Adalah bus Restu arah timur menuju Surabaya Kamis (2/4/2026) malam terguling. Akibat kecelakaan tersebut, seorang meninggal dunia,  sebanyak 15 penumpang terluka.

Humas Astra Tol Jomo, Dela Rosita, saat dikonfirmasi menyebutkan seluruh korban telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian dan mendapatkan penanganan medis di RSUD Jombang.

Bus Restu yang mengangkut sekitar 35 penumpang dilaporkan terperosok ke median jalan hingga melintang dan mengganggu dua arah lalu lintas.

“Dari laporan awal, kendaraan mengalami kecelakaan tunggal dengan posisi akhir melintang. Bagian depan bus bahkan masuk hingga ke lajur berlawanan (jalur B),” ujar Dela dalam keterangannya.

Meski penyebab pasti masih dalam penyelidikan, berdasarkan keterangan awal dari kondektur, bus melaju dari jalur A sebelum akhirnya kehilangan kendali dan masuk ke median.

Tim gabungan dari kepolisian, petugas tol, dan layanan darurat bergerak cepat melakukan evakuasi korban serta kendaraan. Proses penanganan berlangsung dramatis mengingat posisi bus yang melintang dan sebagian badan kendaraan masuk ke jalur berlawanan.

Pihak pengelola tol memastikan bahwa prosedur keselamatan telah dijalankan, termasuk pengamanan area dan pengalihan arus sementara selama proses evakuasi berlangsung.

Pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mendalami kemungkinan faktor penyebab, termasuk kondisi kendaraan, kelayakan jalan, serta faktor human error.

Insiden tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi para penumpang, salah satunya Michel Gilbert, warga Surabaya yang selamat dari peristiwa tersebut.

Peristiwa nahas itu terjadi di KM 687, tepatnya di wilayah Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang. Saat kejadian, bus dilaporkan dalam kondisi penuh penumpang dan tengah melaju menuju Surabaya dari Madiun.

Michel menuturkan, sebelum bus terguling, ia sempat merasakan adanya kejanggalan pada laju kendaraan. Ia mengira sopir sedang berusaha menghindari sesuatu di jalan. Namun, dugaan tersebut berubah menjadi kepanikan ketika bus tiba-tiba kehilangan keseimbangan.

“Awalnya terasa oleng, saya pikir sopir menghindari sesuatu. Tapi tidak lama kemudian bus langsung terguling,” ujar Michel saat ditemui di Instalasi Gawat Darurat RSUD Jombang.

Ia menjelaskan, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB berlangsung sangat cepat hingga para penumpang tidak sempat bersiap. Dalam hitungan detik, suasana di dalam bus berubah menjadi kacau. Sejumlah penumpang berteriak, sementara lainnya berusaha mencari jalan keluar di tengah kondisi kabin yang gelap dan sempit.

Menurut Michel, ia tidak sempat menyelamatkan barang bawaan. Ia mengaku hanya fokus untuk keluar dari dalam bus demi menyelamatkan diri.

“Saya tidak sempat ambil barang, yang penting bisa keluar dan selamat,” katanya.

Akibat kejadian tersebut, Michel mengalami luka di bagian wajah dan sempat kesulitan berjalan saat proses evakuasi. Ia menyebut dirinya dibantu petugas medis ketika turun dari ambulans setibanya di rumah sakit.

Hingga kini, pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.