Gandeng Puluhan Perusahaan, Pemkab Situbondo Petakan Penyaluran CSR
SITUBONDO, FaktualNews.co-Pemerintah Kabupaten Situbondo, resmi membentuk forum Corporate Social Responsibility (CSR) yang melibatkan sebanyak 80 perusahaan yang ada di Situbondo, Selasa (5/5/2026).
Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk menambal kekurangan anggaran daerah, dalam memperbaiki berbagai infrastruktur publik dan masalah sosial di wilayah Situbondo.
Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah mengatakan, forum ini merupakan tindak lanjut dari inisiasi bersama Bupati Situbondo.
Dalam pertemuan perdana tersebut, pemerintah daerah memaparkan peta kekurangan daerah secara transparan di hadapan para pengusaha.
“Sekarang ini kami memaparkan beberapa kekurangan peta kami di Kabupaten Situbondo, tidak hanya capaian kami. Sehingga ke depan, kebijakan CSR ini mau diarahkan ke mana, yang terpenting petanya sudah kami sampaikan,” ujar Wabup Ulfiyah.
Dalam paparan tersebut, Pemkab Situbondo menyoroti beberapa poin krusial yang membutuhkan bantuan pendanaan dari sektor swasta, di antaranya:
Penanganan ribuan unit rumah warga, termasuk yang terdampak bencana tahun lalu, perbaikan ruang kelas sekolah yang mengalami kerusakan. Perbaikan jalan dan pembangunan jembatan yang rusak, dan eningkatan fasilitas umum lainnya.
Wabup menjelaskan bahwa teknis pelaksanaan akan dikoordinasikan Baperida dan BIPPD bersama forum CSR yang telah terbentuk.
Perusahaan-perusahaan diberikan kebebasan untuk memilih sektor mana yang akan mereka bantu, sesuai dengan paparan data yang telah disediakan.
“Harapannya, mereka bisa membantu kami di tengah kondisi anggaran pemerintah kabupaten yang saat ini sangat kurang. Jika ada ribuan RTLH, kemudian CSR bisa menghapus sekian ribu di antaranya, tentu beban daerah akan sangat berkurang,” tambahnya.
Terkait transparansi, Pemkab Situbondo juga tengah menyiapkan mekanisme pengelolaan dana, termasuk rencana penyediaan rekening resmi atau rekening bersama, agar penyaluran dana CSR lebih terarah dan dapat dipertanggungjawabkan.
Meskipun sistem pelaporan frekuensi CSR dari tiap perusahaan masih terus dipetakan dan dipahami lebih lanjut, Pemkab berkomitmen untuk terus melakukan follow up pasca kegiatan ini agar kolaborasi antara pemerintah dan swasta dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Situbondo.
Sementara itu, Rohman Hidayat, Ketua Corporate Social Responsibility (CSR) Kabupaten Situbondo mengatakan, sebagai langkah awal kepemimpinannya, akan menyelarasan program kerja perusahaan dengan Rencana Strategis (Renstra) pembangunan Pemerintah Kabupaten Situbondo.
Saat dikonfirmasi mengenai rencana jangka pendeknya, Rohman menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah mempersiapkan ruang diskusi internal untuk memetakan arah kebijakan forum.
“Kita masih akan diskusikan lebih lanjut. Pastinya, kita akan melihat bagaimana Renstra terhadap Situbondo ini agar program yang dijalankan sinkron dengan kebutuhan daerah,” ujar Rohman Hidayat.
Terkait peran sektor industri, Rohman mengungkapkan bahwa PT Paiton Operation and Maintenance Indonesia (POMI) terus konsisten menyalurkan bantuan ke wilayah Situbondo setiap tahunnya. Meski tidak merinci angka nominal secara detail, ia memastikan kontribusi tersebut menyasar sektor-sektor vital.
“Tiap tahun pasti ada. Fokus utama kami selama ini mencakup bidang lingkungan hidup, pengelolaan persampahan, pengembangan UMKM, hingga sektor pariwisata seperti di Kampung Blekok, Desa Klatakan,” jelasnya.
Menanggapi pertanyaan mengenai rencana perbaikan rumah warga yang terdampak bencana, Rohman menjelaskan bahwa saat ini prioritas bantuan masih difokuskan pada sektor infrastruktur dan kebutuhan dasar pendidikan.
Baru-baru ini, pihaknya telah menyalurkan bantuan untuk sekolah-sekolah di wilayah Banyuglugur, Selobanteng, dan Jatibanteng terdampak situasi darurat. Bantuan yang diberikan berupa tas sekolah dan seragam bagi siswa agar mereka dapat kembali belajar dengan layak.
“Untuk renovasi rumah (akibat bencana), kita perlu melihat kembali rencana strategisnya seperti apa. Namun, kami akan tetap melihat program prioritas dari Pemkab Situbondo. Mereka pasti sudah memiliki titik-titik prioritas mana yang harus didahului, dan kita akan mencoba masuk ke sana,” pungkasnya.


