Tinggal Depan Sekolah, Kasun Kedungdendeng Jombang Bantah Tuduhan Indisipliner Guru Yogi
JOMBANG, FaktualNews.co – Keputusan pemberhentian seorang guru ASN di SDN Jipurapah 2, Kecamatan Plandaan, Jombang, terus menuai sorotan. Tuduhan indisipliner yang menjadi alasan pemecatan justru dibantah oleh warga sekaligus mantan murid yang setiap hari memantau langsung aktivitas sang guru dari depan gerbang sekolah.
Jihan Suprendi (25), Kepala Dusun Kedungdendeng, Desa Jipurapah, memberikan pembelaan terhadap sosok Yogi Susilo. Sebagai warga yang tinggal tepat di depan gedung sekolah, Jihan mengaku menjadi saksi mata atas dedikasi Yogi selama bertahun-tahun.
“Setahu saya, Pak Yogi itu orangnya disiplin dan tidak pernah bolos. Saat saya masih belajar di bawah bimbingan beliau, tidak pernah ada cerita beliau absen tanpa alasan,” ujar Jihan, Selasa (5/5/2026).
Kesaksian Jihan bukan tanpa alasan. Posisi rumahnya yang berhadapan langsung dengan sekolah memungkinkannya melihat secara detail jam kedatangan hingga kepulangan Yogi setiap hari.
“Setiap hari saya bisa melihat. Biasanya beliau sudah datang sebelum jam setengah tujuh pagi. Pulangnya juga paling akhir, kadang sampai sore,” tuturnya.
Jihan mengenang bagaimana Yogi tetap konsisten mengajar meskipun infrastruktur jalan menuju Desa Jipurapah kala itu masih rusak parah dan sulit dilewati saat musim hujan.
Mengenai tuduhan jarang masuk, Jihan menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi saat kondisi fisik Yogi sedang menurun.
“Memang pernah tidak masuk karena sakit. Tapi setelah itu kembali aktif mengajar seperti biasa,” ungkapnya.
Di mata masyarakat dan wali murid, Yogi dikenal sebagai pendidik yang supel dan ramah. Hal ini membuat keputusan pemberhentiannya terasa ganjil bagi warga yang melihat langsung kinerjanya di lapangan.
“Orangnya supel, suka bercanda. Wali murid juga banyak yang dekat. Kadang saat istirahat beliau mampir ke rumah warga,” tambah Jihan.
Kini, keheranan menyelimuti warga Dusun Kedungdendeng. Mereka mempertanyakan alasan kuat di balik pencopotan guru yang dianggap memiliki loyalitas tinggi tersebut.
“Banyak yang heran, karena yang saya lihat beliau tetap menjalankan kegiatan mengajar seperti biasa,” tutupnya. (KabarJombang.com)


