MBG Tempe dan Olahan Tepung di Pamekasan Dikeluhkan Wali Murid, SPPG: Menu dari BGN
PAMEKASAN, FaktualNews.co-Keluhan terhadap menu MBG nampaknya tidak akan berhenti jika pihak pengelola SPPG dalam penyajian menu MBG ceroboh.
Kali ini, keluhan wali murid terhadap menu MBG terjadi di Pamekasan, Madura. Ya, di pulau garam ini, Senin (6/4/2026), beredar menu Makan Bergizi Gratis (MBG) minim hanya lauk tempe dan tepung goreng.
Informasi yang diterima, menu MBG tersebut disalurkan di Taman Kanak-kanak (TK) Al-Islamiyah oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Rizki Haqiqi di Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan pada Senin (6/4/2026) pagi.
Salah satu orangtua siswa inisial TW mengeluhkan menu MBG yang diterima anaknya tidak layak konsumsi. Sebab, menunya hanya nasi putih, tempe goreng kering, olahan tepung dan sedikit irisan wortel dicampur kol, dan empat buah Kelengkeng.
“Untuk anak TK MBG-nya tidak layak dikonsumsi hari ini,” katanya.
Menurutnya, selain menu komposisi tersebut tidak ada tambahan menu lain. Sehingga, dinilai makanannya pun tidak cocok untuk anak TK.
TW juga menyampaikan, menu disalin menggunakan kertas nasi di sekolah. Karena siswa tidak membawa wadah bekal dari rumah.
“Menu minim sebelumnya sering. Meski beberapa kali juga bagus,” ungkap TW.
Dia menambahkan, kalau hanya tempe dan tepung goreng tanpa MBG pun anak-anak bisa makan di rumah.
Oleh karena itu, dia menyayangkan menu MBG yang sangat minim dan tidak layak diterima siswa.
Wali murid berharap pihak SPPG memperbaiki kualitas makanan. Sehingga, siswa benar-benar mendapatkan makanan bergizi sesuai anjuran BGN.
“Menu yang dibawa pulang tidak dimakan sama anak-anak. Mereka lebih suka makanan di rumah,” ujarnya.
Sementara salah satu pengelola SPPG Rizki Haqiqi atau SPPG Laden 2, Alvi mengklaim bahwa menu yang disalurkan sudah sesuai anjuran dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Menu itu ada di pilihan dari BGN. Tadi didistribusikan dengan ompreng bukan kertas,” katanya.
Alfi mengklarifikasi, lauk yang didistribusikan bukan olahan tepung goreng, tapi daging ayam katsu. (Sumber Kompas.com).


