SITUBONDO, FaktualNews.co-Heru Kuswanto (48), seorang PNS yang bertugas staf sipil Polsek Asembagus, Situbondo, meninggal di Jalur Pantura Situbondo, setelah motor dinasnya yang dikendarai menabrak truk boks nopol  B 9109 FXU, yang parkir menunggu antrian.

Selain mengakibatkan warga Desa/Kecamatan Banyuputih meninggal di lokasi kejadian. Namun, insiden tabrakan yang terjadi di jalan raya Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, juga mengakibatkan bodi depan motor dinas Polri, dengan nomor register 34005-41 rusak parah.

Diperoleh keterangan, sebelum menabrak bagian belakang  truck boks, yang dikemudikan MR (36) warga Kota Surabaya, keduanya sama-sama melaju dari arah timur, dengan posisi korban Heru yang membonceng istrinya, posisinya ada di belakang truk boks tersebut.

Namun, saat truk boks melintas di lokasi kejadian, karena ada  pemberlakukan sistem buka tutup arus lalin, sehingga MR langsung memberhentikan laju trucknya. Mengingat, saat itu arus lalin dari arah barat  menuju ke arah timur sedang bergerak.

Tragisnya, korban tetap mendahului sejumlah kendaraan di depannya, tanpa memperhatikan arus lalin dari arah berlawanan, sehingga Heru tidak dapat mengendalikan stir motornya.

Bahkan, langsung menabrak bagian belakang truck boks yang dikemudikan MR.

Akibat benturan keras tersebut, korban langsung meninggal dilokasi kejadian, dengan kondisi mengalami luka pendarahan pada mulut, pendarahan pada hiduung dan telinga, luka bengkak pada mata sebelah kiri.

Sedangkan LH (43), istrinya mengalami luka lecet pada mata kanan.

“Korban kaget dan tak mengerem. Bahkan, sepeda motornya langsung menabrak bagian belakang truk boks,”kata Sunanto, pemotor yang ada dilokasi kejadian, Senin (13/4/2026).

Kanit Gakkum Polres Situbondo, Ipda Hariyanto mengatakan, diduga kuat, tabrakan tersebut karena pemotor tersebut, tidak memperhatikan arus lalin dari arah berlawana. Sehingga motor yang dikemudikan korban langsung menabrak truk boks tersebut.

“Selain itu, diduga tidak memperhatikan arus lalin dari arah berlawanan, korban diduga juga tidak mengetahui ada pemberlakukan sistem buka tutup, karena ada truck mogok mesin di lokasi kejadian,”ujar Ipda Hariyanto.