Tuntut Izin Trans7 Dicabut, Ribuan Alumni Ponpes di Situbondo Aksi Damai
SITUBONDO, FaktualNews.co-Ribuan alumni pondok pesantren (Ponpes) di Jawa Timur melakukan aksi damai di Alun-alun Situbondo menuntut pencabutan izin Trans7.
Mereka menilai tayangan Expose and Sensor di Trans7 melecehkan kiai dan santri.
Aksi ini diikuti ribuan alumni Ponpes dari berbagai daerah di Jawa Timur. Mereka membawa poster dan spanduk yang berisi kecaman terhadap Trans7 dan menyerukan penegakan etika jurnalistik yang bermartabat.
Bahkan, Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah, bersama ketua DPRD Mahbub Junaidi, dan sejumlah pengurus PCNU Situbondo, mereka juga tampak hadir dalam aksi demo damai di depan Pendopo Rakyat Situbondo tersebut.
Pantauan di lapangan, selain melakukan aksi demo damai menuntut izin Trans7 dicabut, namun ribuan alumni sejumlah Ponpes di Jawa Timur, mereka juga menggelar doa bersama demi kesamatan bangsa.
Menariknya, dalam aksi demo damai tersebut, para koordinator alumni sejumlah Ponpes di Jawa Timur, seperti Ponpes Lirboyo, Zainul Hasan Genggong, Nurul Jadid Probolinggo, Sidogiri Pasuruan, dan Ponpes Sukorejo, mereka melakukan orasi, yang meminta izin Trans7 dicabut.
Habib Jafar, salah seorang orator, menegaskan bahwa aksi tersebut bukan demonstrasi, melainkan penyampaian aspirasi untuk menjaga marwah para kiai dan santri.
“Jangan ajari santri tentang etika jika beritanya tidak beretika. Kita di sini panas-panasan, tapi panasnya tidak sepanas beritanya Trans7,” ujarnya.
Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, mengapresiasi kehadiran alumni pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Situbondo, yang melakukan aksi damai untuk menyikapi tayangan di Trans7 yang dinilai melecehkan kiai dan santri.
Bahkan, pemerintah kabupaten Situbondo, akan mengawal aspirasi tersebut dan menyampaikannya kepada pihak terkait.
“Atas nama pemerintah Kabupaten Situbondo, kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh alumni Ponpes Situbondo. Kami sebagai pemerintah wajib mengawal aspirasi yang dibawa,” ujar Ulfiyah.
Ia juga berharap agar keharmonisan antara ulama dan umara tetap terjaga.
“Kami berharap kita sama-sama menjaga keharmonisan antara alim ulama dan umara,” tambahnya.
Ulfiyah juga menjamin bahwa aspirasi tersebut akan dikawal hingga ke tingkat provinsi dan pusat. “Jangan pernah khawatir, aspirasi ini akan kami kawal sampai provinsi dan pusat,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Dharmawan, menyatakan dukungannya terhadap aspirasi yang disampaikan oleh alumni Pondok Pesantren (Ponpes), terkait tayangan Trans7 yang dinilai melecehkan kiai dan santri.
“Kami sudah mendengar langsung apa yang menjadi tuntutan dari kawan-kawan, kami, saya pribadi ikut mendukung,” ujarnya.
Menurutnya, pihaknya akan menyampaikan aspirasi tersebut secara berjenjang kepada pimpinannya di Polda. Pihaknya juga mengajak para alumni Ponpes, untuk tetap menjaga ketertiban dan menyampaikan aspirasi dengan cara yang tertib.
“Saya yakin ini menjadi atensi pemimpin kita di pusat, kita berharap ini segera selesai, dan kalau memang ada pihak yang harus berhadapan dengan hukum, kita kawal bersama, tentunya dengan hukum yang berlaku,” katanya.
AKBP Rezi juga menyampaikan rasa bangganya terhadap para alumni Ponpes di Situbondo, dan mengajak untuk terus mendoakan para guru agar bisa memberikan yang terbaik bagi kabupaten Situbondo.
“Sehingga dengan doa para Kiai, Kabupaten Situbondo kondusif dan naik kelas, seperti visi dan misi Bupati dan Wabup Situbondo,”pungkasnya.
Ribuan alumni Ponpes yang melakukan aksi damai itu, berasal dari sejumlah Ponpes di Jawa Timur. Di antaranya, Ponpes Sidogiri Pasuruan , Lirboyo Kediri, Tebuireng Jombang, Nurul Huda Peleyan, Nurul Jadid Probolinggo, Walisongo Situbondo, Ponpes Sukorejo Siubondo, Ponpes Sumber Bunga Situbondo, Ponpes Langitan, dan Zainul Hasan Genggong.


