BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Belum Terjamah Renovasi Sejak 2009 Atap SDN Raduwatang Akhirnya Ambruk

Pendidikan   Dibaca : 199 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
Belum Terjamah Renovasi Sejak 2009 Atap SDN Raduwatang Akhirnya Ambruk
Atap kelas 1 SDN Randuwatang, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, ambruk karena kayu-kayu penyangga sudah lapuk dan dimakan rayap, senin (16/1/2017). FaktualNews.co?RR Gawat/

Atap kelas 1 SDN Randuwatang, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, ambruk karena kayu-kayu penyangga sudah lapuk dan dimakan rayap, senin (16/1/2017). FaktualNews.co?RR Gawat/

 

JOMBANG, faktualnews.co – Atap kelas 1 SDN Randuwatang, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, ambruk karena kayu-kayu penyangga sudah lapuk dan dimakan rayap.

Kepala sekolah SDN Randuwatang, Bejo mengatakan, sekolah tersebut dibangun sejak tahun 2009, dan belum pernah direnovasi jadi kayu penyangganya sudah dimakan rayap sehingga tidak kuat lagi menahan beban.
Ia menjelaskan peristiwa robohnya atap sekolah terjadi secara bertahap. Awalnya, pada hari Kamis (5/1/2017) plafon kelas satu ambruk, selang dua hari, Sabtu (7/1/2017) malam kuda-kuda (kayu penyangga atap) menyusul ambruk.

Baca Juga:  Hujan dan Angin, Atap Bangunan SDN Bandung 2 Ambruk

“Jadi siswa kelas 1, 2, dan 3 yang satu bangunan diungsikan sementara. Untuk siswa kelas 1 menempati musala sekolah. Sedangkan siswa kelas 2 dan 3 menumpang di ruangan kelas lain,” kata Bejo kepada awak media, Senin (16/1/2017).

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, hanya saja aktivitas belajar mengajar menjadi terganggu. Karena ruangan satu kelas dibagi menjadi dua kelas siswa menjadi terganggu karena bising.

Baca Juga:  Atap SDN Mandala Sumenep Ambruk Diterjang Agin Kencang

“Pada hari Kamis saat Plafon ambruk, kami langsung memindahkan siswa ke ruang belajar yang lain. Akhirnya satu ruangan kita jadikan dua kelas, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Pihak sekolah sudah melaporkan kejadian tersebut ke UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Kudu. Pantauan di lapangan, genteng banyak yang hancur, kayu penyangga sebagian besar sudah rapuh, tak pelak plafon juga tertimbun di dalam ruangan. (wat/rep)

Editor
KOMENTAR