Politik

DPW PPP Jatim Dinilai Abaikan Hasil Mucab, SK DPC Sumenep Ditolak

KH Sirojuddin, Dewan Majelis Pertimbangan PPP Kabupaten Sumenep.
Foto : Anjie/FaktualNews

SUMENEP, FaktualNews.co – DPW PPP Jawa Timur dinilai mengabaikan hasil Musyawarah Cabang (Muscab) partai berlambang ka’bah itu di Kabupaten Sumenep, Madura. SK (surat keputusan) yang dikeluarkan DPW PPP Jatim dengan menetapkan KH Solahudin sebagai ketua DPC Sumenep dianggap cacata hukum.

Akibatnya, hingga kini PPP di Kabupaten Sumenep menuai polemik yang tak tak kunjung selesai. Pasalnya, sejumlah PAC melakukan protes atas SK yang dikeluarkan DPW PPP Jatim tersebut.

Dewan Majelis Pertimbangan PPP Kabupaten Sumenep, KH Sirojuddin mengatakan, meskipun dirinya telah mendatangi kantor DPP partainya untuk menyelesaikan persoalan tersebut, hingga kini belum ada kejelasan penyelesaiannya. “Saya pernah ke DPP PPP untuk menyelesaikan persoalan DPC PPP Sumenep, tapi hingga saat ini belum ada kejelasan,” katanya, Selasa (14/2/2017).

KH Sirojudin menjelaskan, beberapa waktu lalu, DPW sudah menetapkan kepengurusan tanpa adanya pertemuan formatur hasil Muscab PPP Sumenep yang dilaksanakan pada 18 Oktober 2016 lalu. Sehingga beberapa PAC berkumpul dan menolak hasil kesepakatan struktur yang telah dikeluarkan DPW PPP tersebut.

”DPW PPP telah mengabaikan hasil Muscab. Keputusan DPW harus ditinjau ulang. Jika tidak, tentu situasi partai PPP di Sumenep akan terpecah jadi dua. Selain itu, jika ini tetap dibiarkan, cara berpolitik PPP hari ini, sudah keluar dari tradisi politik Islam yang sudah dibangun sejak lama,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Arrahman Lembung, Kecamatan Lenteng ini.

Menurutnya, PPP Sumenep tidak boleh keluar dari etika politik yang telah lama dibangun. Jika berpindah dari etika politik PPP yang telah dibangun sejak lama, maka tidak menutup kemungkinan massa di Sumenep akan berkurang.

”Etika politik di PPP berdasarkan akhlakul karimah dan itu telah lama dibangun. Maka saya berharap kepada DPW memperhatikan suara dari PAC. Tujuannya, PPP Sumenep tidak jadi korban kepentingan sepihak dan sesaat,” pungkasnya. (jie/oza)

[box type=”shadow” ]

BACA JUGA :

[/box]