Kriminal

Nyaris Diperkosa di Atas Perahu, Gadis Asal Sumenep Ini Dianiaya di Kuburan

SUMENEP, FaktualNews.co – FSN (16) inisial gadis asal Pulau Kangean, Kecamatan Arjasa, Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengaku dianiaya karena menolak melayani nafsu bejat pemuda yang baru dikenalnya. Pelaku inisial ALD, merupakan warga Desa Pagerungan Kecil, Kecamatan sapeken.

Berdasarkan penuturan Kerabat korban, peristiwa itu bermula saat korban hendak berkunjung ke kerabatnya di Pulau Desa Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken, Sumenep. Ketika itu, korban diajak kenalan ALD, kemudian diajak jalan-jalan ke pantai setempat.

“Berdasarkan penuturan keponakan saya, tiba-tiba ALD memaksanya untuk melakukan hubungan layaknya suami istri, namun  dia (korban) menolak,” terangnya.

Selain itu, korban juga sempat diajak menaiki perahu berdua ke tengah pantai. Setelah korban bersama ALD berada diatas perahu, tiba-tiba teman ALD yang ikut saat itu ternyata berniat merenggut keperawanan korban juga.

“Karena korban tetap tidak mau, akhirnya korban meloncat dan menceburkan diri ke laut, namun ALD bisa menangkap korban kembali dan diajak kedarat,” tuturnya.

Selanjutnya kata dia, korban diajak pulang, namun di tengah perjalanan ALD memaksa korban untuk kesekian kalinya melakukan hubungan layaknya suami istri.

“Tepat di Dusun Bondat dekat kuburan, ALD memaksa korban untuk melakukan hubungan intim, namun korban tetap tidak bersedia. Karena merasa kesal ALD menganiaya korban dengan memukul kaki kiri dan bagian mulut korban hingga berdarah,” bebernya.

Atas peristiwa tersebut, akhirnya keluarga korban melaporkan ke Polsek Sapeken, Selasa malam, (6/6/2017). “Dan kabarnya anggota Polsek Sapeken langsung menuju pulau Pagerungan untuk menangkap ALD,” tukasnya.

Sementara Kapolsek Sapeken IPTU Supeno melalui Kanit Reskrim AIPTU Sunardi, membenarkan adanya laporan dugaan percobaan pemerkosaan dan penganiayaan.

“Iya benar, namun bukan pemerkosaan tapi dugaan penganiayaan, korban usianya masih 16 tahun,” kata Sunardi, saat dihubungi melalui telpon pribadinya. Rabu (7/6/2017). Sayangnya, pihaknya belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut dengan dalih masih melakukan pemeriksaan.

“Mohon maaf ini masih melakukan pemeriksaan, kalau bisa nanti saja soalnya korbannya masih saya lakukan pemeriksaan, mohon maaf ya,” ujar Sunardi sambil mengahiri pembicaraan.(ivi)