BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Limbah Batu Bara Dipakai Uruk, Polisi Akan Panggil Perangkat Desa

Peristiwa   Dibaca : 310 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
Limbah Batu Bara Dipakai Uruk, Polisi Akan Panggil Perangkat Desa
Salah satu warga mengalami luka bakar di bagian kaki.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Polisi bergerak cepat melakukan pengusutan terkait pengurukan tanah diduga menggunakan limbah batu bara di Desa Domas, Kecamatan Trowulan dengan mengandeng Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan akan memeriksa perangkat desa setempat.

Diketahui, lima orang warga mengalami luka bakar di bagian kaki hingga mengakibatkan mereka tidak bisa beraktifitas. Dari kelima orang ini, diantaranya tiga anak-anak dan dua orang dewasa karena terperosok di urukan limbah batu bara.

“Nanti, perangkat desa akan kita panggil untuk dimintai keterangannya. Jika itu postif limbah maka akan ditindaklanjuti,” kata Kanit Reskrim Polsek Trowulan, Ipda Agung Hariyanto, Rabu (16/8/2017).

Baca Juga:  Penanganan Kasus Pembuangan Limbah Beracun di Romokalisasi Surabaya Jalan Terus

Menurutnya, hingga saat ini pihaknya belum mengambil sampel limbah tersebut, karena belum dilakukan proses penyelidikan baru sebatas lidik terkait informasi itu.

Agung juga belum berani memastikan siapa yang membuang diduga limbah batu bara tersebut ke lokasi. Pihaknya juga mengaku tidak berani memastikan siapa yang membuang.

“Belum bisa disimpulkan siapa pihak yang membuang atau bertanggungjawab, karena masih penyelidikan. Kalau sudah ada pemeriksaan saksi baru akan diketahui,” tambahnya.

Baca Juga:  Video, Kebakaran Gudang Batu Bara di Manyar Gresik

Seperti dibertikan sebelumnya, para korban secara bergiliran terjebak dalam lahan yang diduga diuruk menggunakan limbah batu bara itu. Akibatnya, para korban menderita luka bakar di bagian kaki yang terbilang cukup serius.

Saat ditemui FaktualNews.co, Yudi, salah satu korban mengaku bahwa peristiwa itu berawal saat ia melakukan penebangan tebu di sekitar kawasan yang diduga diuruk menggunakan limbah batu bara itu. “Saya sedang nebang tebu, pada Senin sekitar tanggal 31 Juli 2017 lalu, sekitar pukul 4 sore. Tiba-tiba saya terperosok saat lewat di atas tempat yang bekas diuruk itu,” ungkapnya, Selasa (15/8/2017).

Baca Juga:  Sungai Tercemar Diduga Akibat Limbah Pabrik PG Djombang, Dewan Desak DLH Turun Tangan

Kata Yudi, saat itu keadaan di atasnya terdapat jerami yang terlihat bekas di bakar. Selanjutnya, saat melewatinya tiba-tiba kakinya terperosok sampai lutut di atas lutut. “Saat saya tarik, kaki saya terasa panas sekali, kemudian melepuh seperti kebakar gitu,” tuturnya.

Editor
KOMENTAR