Peristiwa

Tersebar Info Operasi Zebra Serentak Melalui Medsos, Itu Hoax!

SURABAYA, FaktualNews.co – Banyaknya informasi yang beredar di media sosial (Medsos) Facebook dan juga Whatsapp tentang adanya Operasi Zebra serentak di seluruh wilayah Indonesia membuat masyarakat resah. Pesan tersebut cepat sekali beredar di Masyarakat membuat kegaduhan dan tanda tanya.

Dalam pesan tersebut Operasi seretak itu akan dimulai Kamis, 11 Januari 2017 pada pukul 09.00 WIB. Dalam operasi ini, Polri bekerjasama dengan Dinas Perhubungan juga Pemeritah Daerah di masing-masing Kota.

Berikut ini isi pesan yang tersebar di masyarakat tentang akan diadakannya Operasi Zebra setentak,

Razia STNK
Dimulai Besok pagi 11/01/2018 Pemda, Dishub kerja sama dengan POLRI,
akan menggelar razia pajak STNK
mobil & motor
di seluruh Kabupaten,
di seluruh Kotamadya,
di seluruh Propinsi,
di Indonesia

Bagi kendaraan yang telat bayar pajak. Berdasarkan data, ada ratusan ribu motor dan mobil yang belum bayar pajak. Bagi kendaraan yang telat bayar pajak 3 tahun atau lebih, akan langsung dikandangin.

Dan bayar derek serta bayar parkir :
SEHARI Rp 400 ribu. Berikut jadwal :
jam dan tempat
razianya. Info dari Mabes Polri.
1. pagi 09.00 – 12.00
2. siang 14.00 – 17.00
3. malam 20.00 – 24.00 dilanjutkan kembali
pagi dini hari :
02.00 – 05.00.

Razia zebra gabungan dengan polres, polsek
seluruh Indonesia. Lengkapi surat2 kendaraan anda, Mhn ditertibkan atribut2 TNI/Polri yg terpasang di kendaraan anda

MABES POLRI

Menanggapi hal tersebut, Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP EVA Guna Pandia, saat dikonfirmasi mengatakan, info yang beredar tersebut tidak benar atau biasa disebut berita Hoax. “Tidak benar itu mas, namun lebih jelasnya silahkan konfirmasi ke Polda Jatim,” kata Pandia kepada Faktualnews.co, Kamis (11/1/2018).

Senada dengan Kasat Lantas Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera, juga membantah terkait adanya isu Operasi Zebra serentak di seluruh Indonesia tersebut.

Barung Juga mengatakan bahwa berita yang tersebar di media sosial tersebut adalah berita bohong alias Hoax. “Ya jelas Hoax dong, masak ada operasi hingga pagi subuh seperti itu”, tukas Barung.