FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Mudah Diakses, Anggaran Media Online di Kota Batu ‘Wow’

Wisata     Dibaca : 436 kali Jurnalis:
Mudah Diakses, Anggaran Media Online di Kota Batu ‘Wow’
FaktualNews/Supanjie/
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbub) Kota Batu, Jawa Timur, Imam Suryono

BATU, FaktualNews.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, Jawa Timur, betul-betul mengoptimalkan keberadaan media online dalam promosi destinasi wisata di kota tersebut. Media online dinilai lebih mudah diakses dan banyak pembacanya, apalagi saat ini sudah masuk digital tourism.

Hal tersebut disampaikan kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Batu Imam Suryono. Itu disampaikan saat bertemu wartawan dari Asosiasi Media Online Sumenep (AMOS), Selasa (30/1/2018) di ruang kerjanya.

Pria keturunan Kabupaten Sumenep ini menjelaskan, destinasi wisata di Kota Batu memang cukup gencar dipromosikan. Semua elemen digerakkan, salah satunya media online.

“Media online itu punya pembaca yang luar biasa, utamanya dalam mempromosikan destinasi wisata di Batu,” katanya.

Menurutnya, pemberitaan di media online lebih cepat aksesnya, bahkan saat dipublish bisa ribuan orang yang mengakses. “Jadi, pembacanya lebih banyak. Sekali terbit bisa disebar di media sosial, seperti Facebook, Intagram, twitter dan yang lainnya,” ujarnya.

Untuk itu, anggaran publikasi media online pemkot Batu tidak tanggung-tanggung dalam memgeluarkan. Per media ini bisa mencapai Rp 50 juta per tahun. “Jadi, menulis promosi itu butuh vitamin. Nah, ada anggarannya untuk promosi,” ujarnya.

Menurut pria murah senyum yang akrab disapa Inunk ini, keberadaan media online sangat membantu dalam promosi wisata, hingga berdampak pada daya tarik wisatawan untuk datang ke Kota Batu.

“Ini patut ditiru juga oleh Sumenep yang lagi ada event visit Sumenep 2018, agar wisatawan tahu,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, dalam wisata juga melibatkan banyak elemen, mulai dari desa, pokdarwis dan sejumlah elemen lainnya. Sehingga, wisatawan yang datang ke Kota Batu mencapai 4,7 juta jiwa di tahun 2017.

Editor
Muhammad Syafi'i

YUK BACA

Loading...