Peristiwa

Tolak UU MD3, PMII Sumenep Gelar Demo di Kantor Dewan

SUMENEP, FaktualNews.co – Puluhan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar aksi unjuk rasa untuk menyampaikan penolakan terhadap UU MD3.

Pengesahan revisi Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3) dalam rapat paripurna DPR, Senin (12/2/2018) lalu, memantik reaksi penolakan dari sejumlah kalangan, karena dinilai tidak relevan asas demokrasi sehat.

“Kami mahasiswa mengecam keras tindakan DPR yang diktator dan otoriter, DPR seenaknya merevisi UU MD3 untuk keuntungan mereka sendiri,” teriak Korlap Aksi, Mahfud Amin di depan gedung DPRD Sumenep, Jumat (2/3/2018).

Versi mahasiswa, para anggota DPR dinilai telah mendzolimi dan menghianati rakyat, serta menciderai nilai demokrasi yang kita junjung tinggi.

“Lahirnya sejumlah pasal dalam revisi UU MD3 merupakan sebuah kemunduran demokrasi luar biasa, karena bertentangan UU 1945, ini jelas DPR mau melindungi diri sendiri dari kritik yang selama ini selalu tirani,” tagasnya.

Untuk itu, secara tegas aktivis mahasiswa ujung timur pulau garam ini menolak UU MD3, serta mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat menolak revisi UU MD3 yang baru disahkan tersebut.

“Ayo, bapak-bapak wakil rakyat, keluar temui kami diluar, sampaikan sikap tegas kalian, mau menjadi wakil rakyat atau mau mengkebiri kebebasan rakyat,” teriak Sutrisno salah satu orator aksi di depan gedung DPRD Jalan Trunojoyo nomor 124 Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pantauan dilokasi, massa aksi yang berorasi secara bergantian di depan gedung parlemen mengaku kecewa, karena hanya ditemui tiga wakil rakyat. Mereka adalah Bambang Prayogi politisi PDI-P, Akis Jazuli Politisi Nasdem, dan Ahmad politisi PAN yang baru dilantik sebagai PAW menggantikan Iskandar beberapa waktu lalu.

Karena kecewa, massa sempat melempari buah tomat ke gedung dewan sebagai bentuk protes kekecewaan tidak ditemui pimpinan DPRD dan wakil rakyat lainnya.

“Ketua DPRD, Ketua Fraksi, Ketua Komisi pada kemana ini, masak kita hanya ditemui tiga orang anggota, ini miris, jangan lari kami kesini atas nama rakyat, kami mengutuk rezim otoriter,” teriaknya.

Massa aksi memaksa masuk dengan melompati pagar, mereka menduduki pintu masuk gedung wakil rakyat, meminta seluruh anggota DPRD menemui mereka untuk menyampaikan sikap.

Untuk diketahui, puluhan mahasiswa yang menggelar aksi protes dimulai dengan longmarch dari taman adipura menuju kantor DPRD Sumenep.

Mereka mengibarkan bendera PMII, bembentangkan spanduk bertuliskan ‘PMII Sumenep Tolak UU MD3’, sejumlah poster kecaman bertuliskan ‘Lawan Penindas Rakyat, DPR Gila Mengesahkan UU MD3’ bahkan yang menarik tulisan itu disandingkan dengan kolor.