FaktualNews.co

Kurangi Kawasan Kumuh, Lamongan Bagun Rumah Khusus Nelayan di Paciran

Ekonomi     Dibaca : 1632 kali Penulis:
Kurangi Kawasan Kumuh, Lamongan Bagun Rumah Khusus Nelayan di Paciran
FaktualNews.co/Ahmad Faisol/n
Rumah khusus nelayan di Desa Paloh, Kecamatan Paciran Lamongan, Jawa Timur.

LAMONGAN, FaktualNews.co – Untuk mengurangi kawasan kumuh di Desa Paloh, Kecamatan Paciran, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lamongan membangun 50 rumah khusus untuk para nelayan di Desa setempat.

Raut muka bahagia terpancar dari para nelayan Desa Paloh, Kecamatan Paciran, ketika menerima kunci rumah. Salah satunya, Zainal Ma’arif.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Zainal sangat bersyukur dengan adanya bantuan rumah itu, karena selama ini ia menempati sebuah rumah bersama 2 kepala keluarga lain.

Hal yang sama juga dirasakan Achmad Subkhan. Nelayan ini sebelumnya tinggal bersama empat kepala keluarga lain dalam satu rumah.

Rumah khusus nelayan tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada warga dengan sistem sewa. Untuk besaran dan jangka waktu sewa masih akan ditentukan kemudian.

Namun kedua nelayan itu, Arif dan Subkhan berharap ada fleksibilitas dalam nilai sewa. Karena pekerjaan mereka sebagai nelayan sangat tergantung dengan musim.

Bupati Fadeli mengatakan pembangunan rumah itu bagian dari perhatian pemerintah untuk mengurangi kawasan kumuh. “Tadi saya lihat kualitas bangunannya sangat bagus, bersih dan memiliki view langsung ke laut. Ini agar dimanfaatkan dan dirawat dengan baik,” jelasnya.

Pemkab Lamongan juga memiliki program rumah sehat. Setidaknya agar tidak ada lagi rumah di Lamongan yang beralaskan tanah sehingga lebih sehat.

Di tahun 2016, terdata sebanyak 62 ribu rumah yang masih berlantai tanah. Saat ini sebanyak 42 ribu rumah sudah mendapat bantuan plesterisasi. “Sebanyak 20 ribu rumah sisanya yang masih berlantai tanah tahun ini akan dituntaskan tahun ini,” tambah Fadeli.

Sementara Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasab Pemukiman Mochammad Wahyudi menyebutkan pembangunan 50 rumah itu mengunakan dana APBDN sebesar Rp 5 miliar.

Sedangkan tanahnya menggunakan aset Desa Paloh. Dari APBD ada anggaran yang digunakan untuk pembangunan prasaranan sarana dan utilitas (PSU) seperti jalan lingkungan dan saluran air.

Masing-masing rumah nelayan ini dibangun di lahan seluas 10×12 meter dengan luas bangunan 6×9 meter. Rumah ini dilengkapi dua kamar, 1 ruang tamu, 1 kamar mandi dan fasilitas untuk dapur, serta sudah dilengkapi dengan listrik dan air bersih. (*)

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul

YUK BACA

Loading...