Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Dari Partisipasi ke Partisipasi, Itulah Prestasi PSID Jombang

Bola     Dibaca : 426 kali Jurnalis:
Dari Partisipasi ke Partisipasi, Itulah Prestasi PSID Jombang
FaktualNews.co/Redaksi/

JOMBANG, FaktualNews.co – Berdiri sejak tahun 1953, PSID Jombang hanya menjadi tim pupuk bawang di kancah sepakbola nasional. Ada, namun seolah tiada. Prestasinya pun tidak ada yang bisa bercerita atau menunjukkan catatannya.

Konon, Persatuan Sepakbola Indonesia Djombang, kepanjangan dari PSID, pernah menjadi klub yang disegani di Jawa Timur. Klub asal Kota Santri ini pernah jadi tim favorit dan disegani pada era 70 – 80-an.

Pada era itu, PSID Jombang mampu menjadi penyangga atau bahkan menjadi batu sandungan bagi klub-klub beken di Jawa Timur. Atas prestasinya kala itu, PSID menjadi pendamping Persebaya Surabaya melawat ke Denpasar.

Di pulau dewata Bali, PSID bermain menghadapi Perseden (Persatuan Sepak bola Denpasar) dan Perselobar (Persatuan Sepak bola Lombok Barat), sebagai perwakilan dari wilayah timur. Sayangnya, penampilan kala itu adalah partisipasi tanpa prestasi.

Untuk selanjutnya, PSID Jombang tetap menjadi tim ‘Gurem’ di persepakbolaan nasional. “Kalau prestasi berupa Trophy (juara), kami rasa memang belum. Tapi nanti kita cek dulu,” kata Ketua PSID Jombang, Juliono.

Juliono adalah Ketua PSID Jombang yang baru terpilih beberapa bulan lalu. Sebagai orang baru di pucuk pimpinan PSID, dia bertekad untuk membawa laskar Kebo Kicak menjadi tim kuat dan bisa berbicara banyak di persepakbolaan nasional.

Dari era perserikatan hingga munculnya Galatama, lalu muncul penyatuan Galatama dan klub-klub Perserikatan, PSID hanya berkutat dalam daftar tim penghuni kasta terbawah di liga Indonesia. Itupun, lebih sering berkutat di zona regional Jawa Timur.

Mirisnya lagi, partisipasi laskar kebo kicak tidak setiap tahun lancar. Kadang ikut, kadang pula istirahat. Tergantung ada kucuran dana (APBD) atau tidak.

“Banyak faktor yang bisa menjadikan PSID Jombang berprestasi atau tidak. Salah satunya, ada dana atau tidak. Kalau tidak ada dana, kita juga sulit meraih prestasi maksimal,” tambah Juliono.

Pada era berlangsungnya Liga Super Indonesia, PSID pernah bertengger dalam barisan klub-klub di kasta Divisi I liga amatir. Sayang, ‘prestasi terbaik’ pada tahun 2012 hingga 2014 tersebut adalah menempati posisi dua strip diatas juru kunci grup.

Memasuki era perubahan format liga, dimana kompetisi profesional dikelola PT Liga Indonesia Baru, PSID Jombang bermain di kasta Liga 3 Jatim. Tahun 2017 lalu, laskar kebo kicak berada di posisi ke-5 dari 7 tim di Grup F.

Dan, pada tahun 2018 ini, PSID kembali berkiprah di Liga 3 Regional Jatim. Dengan modal kemenangan 3 kali beruntun di awal kompetisi, prestasinya pun masih perlu dinanti seperti apa endingnya.

Memasuki usianya yang ke-65, prestasi yang mampu ditorehkan oleh klub dari kota santri adalah dari partisipasi ke partisipasi. Partisipasi itupun tak pernah diikuti dengan hadirnya thropy juara ke kota santri.

“Selama ini PSID hanya berkutat di divisi bawah. Kalau masalah prestasi bisa dibilang belum ada,” ungkap Jaka, Koordinator Jomber. Jomber adalah julukan untuk Suporter PSID.

“Kalau (prestasi) yang lama, (sebaiknya) jangan diungkit-ungkit. Ayo kita dorong yang baru ini agar bangkit dan prestasi. Kita harus optimis,” kata Ali Musthofa, mantan pegiat PSID Jombang.

Menurut Ali Musthofa, ketersediaan pemain muda di Jombang sebenarnya cukup melimpah. Sayangnya, dukungan finansial yang  terbatas membuat PSID Jombang kehilangan banyak pemain potensial. (Elok F/Beny H/MSi)

Editor
Muhammad Syafi'i