FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Polair Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan 31 Ribu Ekor Bibit Lobster

Kriminal     Dibaca : 340 kali Jurnalis:
Polair Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan 31 Ribu Ekor Bibit Lobster
FaktualNews.co/Ilustrasi/
Ilustrasi Lobster. ( Foto: Antara/Irwansyah )

SURABAYA, FaktualNews.co – Empat pria, masing-masing berinisial FF, FS, S dan M yang diduga sebagai pengepul benur atau anakan udang lobster diringkus jajaran Subdit Gakkum Polair Polda Jatim.

Keempatnya diamankan Polair Polda Jatim setelah diketahui hendak menyelundupkan kurang lebih 31 ribu ekor lobster jenis mutiara dan jenis pasir ke Singapura dan Vietnam. Ribuan lobster ini diperoleh dari nelayan yang ada disepanjang perairan pantai selatan Banyuwangi hingga Pacitan Jawa Timur.

“Kita amankan para pengepul ini di rumah kosan jalan Kupang Panjaan Surabaya pada tanggal 27 April 2018 lalu,” jelas Kasubdit Gakkum Polair Polda Jatim AKBP Darman, Senin (7/5/2018).

Sebelum menangkap mereka, polisi lebih dulu melakukan pengintaian didaerah Jajag Banyuwangi Jawa Timur. Di lokasi tersebut sedang terjadi proses pumping atau pemuatan benih lobster antar kendaraan, benih lobster diperoleh dari berbagai lokasi.

“Kita tidak langsung melakukan penangkapan, karena situasi di lapangan tidak memungkinkan. Kemudian kita buntuti hingga sampai ke Surabaya,” lanjutnya.

Bibit lobster dikirim ke luar negeri melalui jalur udara dengan menggunakan tas pakaian untuk mengelabui petugas bandara, dikemas dalam botol yang diberi kapas didalamnya. Atas ulah keempatnya, potensi kerugian negara ditafsir sekitar 6,3 milyar rupiah.

Didalam undang-undang perikanan nomor 45 tahun 2009 dan didalam keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan disebutkan pemerintah melarang adanya penangkapan bibit lobster dibawah 200 gram. Jika ini dilanggar, pelaku terancam hukuman penjara 8 tahun dengan denda 1,5 milyar rupiah.

Banyak pihak yang tergiur membudidayakan bibit lobster kemudian diselundupkan ke luar negeri lantaran harga yang ditawarkan sangat tinggi. Yakni sekitar 200 juta rupiah untuk seribu ekornya.

Editor
Saiful Arief