FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

PT Molindo Raya Industrial Sulap Limbah Ethanol Jadi Listrik Industri 4.9 Megawatt

Ekonomi     Dibaca : 238 kali Jurnalis:
PT Molindo Raya Industrial Sulap Limbah Ethanol Jadi Listrik Industri 4.9 Megawatt
FaktualNews.co/Mokhamad Dofir/
Hasil fermentasi limbah ethanol yang digunakan sebagai bahan dasar listrik instalasi Vinase Boiler PT MRI.

MALANG, FaktualNews.co – Kebutuhan listrik bagi kehidupan manusia sangat penting, terutama bagi dunia industri. Energi listrik biasanya diperoleh dari tenaga surya, tenaga angin, air atau panas bumi. Tapi, rupanya energi listrik berasal dari panas hasil pembakaran limbah pabrik juga berpotensi menghasilkan energi listrik yang besar.

Komitmen pemerintah menyediakan 35.000 watt listrik selama kurun waktu 5 tahun, mendapat dukungan dengan terciptanya inovasi pembakaran limbah menjadi tenaga listrik berbasis industri dari instalasi Vinase Boiler.

Instalasi listrik berkapasitas 56 ton per jam bahan bakar vinase granule (limbah ethanol) yang dikombinasikan dengan batu bara sebagai bahan bakar utamanya ini, dapat menciptakan tekanan sebesar 45 ATA yang bisa menggerakkan turbin generator sehingga menghasilkan 4,9 mega watt energi listrik.

Vinase Boiler juga disebut sebagai instalasi listrik pertama kali di Indonesia yang diterapkan PT Molindo Raya Industrial (MRI). Produsen ethanol terbesar se Nusantara ini beralasan, pihaknya ingin mewujudkan efisiensi energi industri yang ramah lingkungan.

“Kami berani untuk berinvestasi cukup besar karena agar pengelolahan limbah itu bisa digunakan dengan baik, sehingga tidak mencemari lingkungan dan baik buat semuanya,” jelas Direktur Utama PT Molindo Raya Industrial, Arief Goenadibrata, Jumat (11/5/2018).

Nilai efisiensi, oleh Arief dijelaskan, dengan hadirnya instalasi ini nantinya bisa mengumpulkan energi yang selama ini terbuang sia-sia. Karena selama ini, pengolahan limbah ethanol berupa vinase cair hanya dengan cara dibakar. Tak hanya itu, penggunaan batu bara untuk boiler yang dibutuhkan selama ini bakal turun drastis.

“Kalau pemakaian batu bara nanti (bisa turun) 50 persen, otomatis reduksi limbah B3 dari batu bara juga semakin berkurang,” lanjutnya.

Mengingat produksi vinase cair oleh PT Molindo Raya Industrial disampaikan Arief cukup besar, yakni sekitar 1,2 juta liter setiap harinya. Pihak MRI pun memutuskan membangun instalasi hasil kerjasama dengan pabrikan di India tersebut.

Sebagai gambaran, instalasi listrik Vinase Boiler buatan KCP India ini nantinya dibangun diatas areal lahan seluas 1 hektare, dan tinggi instalasi sekitar 80 meter. Menurut rencana, instalasi senilai milyaran rupiah tersebut, akan bisa dioperasikan diawal tahun depan.

Untuk diketahui, Vinase granule merupakan hasil pemadatan dari vinase cair. Sedangkan vinase merupakan limbah dari proses fermentasi tetes tebu yang biasa disebut mollase menghasilkan ethanol beserta turunannya seperti spiritus, methano dan alkohol.

Editor
Saiful Arief

DAFTAR CALON SEMENTARA KAB. JOMBANG PEMILU 2019

PKB PKS
GERINDRA PERINDO
PDIP PPP
GOLKAR PSI
NASDEM PAN
GARUDA HANURA
BERKARYA DEMOKRAT