FaktualNews.co

Sidang Pembunuhan Tiga Anak Kandung di Jombang, Psikolog: Evy Kecewa dengan Suaminya

Kriminal     Dibaca : 574 kali Jurnalis:
Sidang Pembunuhan Tiga Anak Kandung di Jombang, Psikolog: Evy Kecewa dengan Suaminya
Ilustrasi sidang.

JOMBANG, FaktualNews.co – Sidang lanjutan kasus pembunuhan tiga orang anak dengan terdakwa, Evy Tianti Sulis Agustin (26) di Pengadilan Negeri (PN) Jombang, Selasa (17/7/2018) menghadirkan saksi ahli dokter psikologi.

Menurut saksi ahli dokter psikologi dari Rumah sakit Umum (RSUD) Jombang, Catur Hari Wijayanti, terdapat beberapa faktor yang dirasa menjadi pemicu dari kasus Evy yang mengajak tiga anaknya bunuh diri dengan meminum racun serangga tersebut.

Salah satu faktornya yakni, ketidakharmonisan dalam rumah tangga, menurut pemeriksaan yang dilakukan Wijayanti, selama ini Evi merasa jika kehidupan rumah tangganya cukup mengecewakan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan saya, dia tidak mampu melakukan penyesuaian terhadap beberapa hal dalam bidang seks, seperti peran jenis kelamin. Ini bisa dijelaskan bahwa ada perasaan tidak bisa menerima keadaan, dia merasa bukan wanita sempurna, dia merasa kehidupan perkawinanya itu mengecewakan. Kemudian mengharapkan hubungan yang saling melengkapi dilakukan dengan ikhlas, jadi selama ini yang dirasakan itu mengecewakan, kemudian ada perasaan bahwa hubungan seksualnya itu tidak baik,” tutur Wijayanti dalam kesaksiannya, Selasa (7/7/2018).

Bukan hanya itu, lanjutnya karena pribadai Evy yang cenderung tertutup, maka terdakwa lebih memilih menghindar dari setiap permasalahan yang tengah terjadi antara dirinya dan keluarganya.

“Kemudian penyesuaian dalam bidang auto konsep ini gagalnya menghadapi ketakutan jadi ada perasaaan gelisah, kecewa terhadap suami kemudian memilih untuk menghindar sebagai bentuk penolakan meskipun sebenarnya dia tahu bahwa itu tidak baik,” jelas Wijayanti.

Evy juga, menurutnya mengalami gangguan dalam hal kemampuan dalam mengontrol emosinya dengan baik. Hal ini menurut Wijayati senada dengan sifatnya yang dikabarkan cenderung tertutup, tidak banyak bicara dan sulit untuk menyesuaikan diri.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan saya dia tidak mampu untuk melakukan penyesuaian dalam hubungan relationship, ada sikap terhadap teman yang kurang baik, dia juga tidak bisa percaya terhadap orang disekitar. Dalam melakukan pelampiasan, dia akan menggunaka orang atau obyek yang powernya kurang pada saat emosinya tidak stabil,” paparnya.

Bantah penelantaran

Terkait dugaan penelantaran yang dilakukan oleh suaminya, Fakihhudin. Dibantah terdakwa pembunuhan anak kandung, Evy saat dimintai keterangan aparat kepolisian resort (Polres) Jombang di Lapas, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan informasi yang beredar, sejak tiga tahun terakhir Evi sudah tidak tinggal lagi serumah dengan suaminya ia tinggal bersama ibundanya di Dusun Sambilanang, Desa Karobelah Kecamatan Mojoagug. Selama tiga tahun itu, dirinya juga tidak lagi mendapatkan nafkah dari suaminnya.

“Dia (Evy) menyatakan, dirinya tercukupi jika masalah materi, bahkan dia menyatakan jika dibikinkan rumah, dan uang belanja juga tidak ada masalah. Dia juga mengakui jika tidak ada penelantaran,” kata Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setyo Budi.

Menurut keterangan Evy, lanjut Gatot, satu-satunya alasan yang membuatnya nekat mengajak bunuh diri ketiga buah hatinya itu adalah perihal asmara atau cemburu.

“Setelah saya tanya lebih lanjut alasan untuk bunuh diri, dia menyampaikan jika dirinya sakit hati, cemburu karena selama ini dirinya adalah istri yang paling muda dan yang paling disayang Gus Din itu dirinya. Kemudian dengan munculnya orang baru, istri yang baru itu dia merasa cemburu selama ini, dan dirinya juga jengkel pengen bunuh diri,” tegasnya.

Editor
Saiful Arief

YUK BACA

Loading...