Wisata

Hari Jadi Trenggalek, Disparbud Lestarikan Budaya dan Adat

TRENGGALEK, FaktualNews.co- Tanggal 31 Agustus 2018 adalah Hari Jadi Kabupaten Trenggalek ke-824. Pada HUT Trenggalek kali ini, bertema “Mari Wujudkan Tekad Menjadikan Trenggalek yang Terdepan di Pesisir Selatan Jawa”

Sekretaris Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Sunyoto mengatakan, rangkaian kegiatan Hari Jadi Trenggalek, juga dilaksanakan sejumlah acara. Diantaranya adala jamasan Pusaka Tombak Kiai Korowelang serta jamasan payung Tunggul Nogo. “Selain itu, juga digelar jamasan payung Tunggul Wibowo, Para Samya Purna Karya Nugraha, Kriya Patra dan lambang daerah Jwalita Praja Karana” ucap Sunyoto Kamis (30/8/2018).

Menurutnya, setelah dijamas atau dimandikan pusaka Trenggalek tersebut, kemudian disemayamkan semalam di Kamulan. “Malam nanti juga akan ada tirakatan di Kamulan dan paginya akan di kirab menuju Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek,” jelas Sunyoto.

Dikatakan, pada prosesi kirab pusaka hari jadi Trenggalek, akan menggunakan Kereta Kencana Kiai Purbowaseso Nusantara diiringi Prajurit kraton dan Group Korp Music Kraton serta ada Pop Culture Carnival. Serta juga diikuti seluruh jajaran OPD. Acara tersebut dipastikan prosesinya akan lebih sakral.

Lebih lanjut Sunyoto memaparkan, prosesi sakral juga diperlihatkan saat 9 penari gadis yang masih suci. Dan menjamas Ampean Bupati Trenggalek, di lokasi depan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Trenggalek.

Dipilihnya 9 gadis yang masih suci dan menjamas ampean bupati dengan air mahening suci dari 14 mata air yang di ambil dari wilayah Trenggalek. “Diharapkan Bupati Trenggalek, melaksanakan tugas negara dengan berpegang teguh atas dasar kesucian lahir dan batin,”terangnya.

Ditambahkan, prasasti Kamulan menjadi titik ukur sejarah Trenggalek. Pada masanya dahulu, masyarakat Kamulan membantu Prabu Kertajaya dari Kediri yang mampu mengalahkan musuh kala itu. Sehingga diberikan kamerdikan di Kamulan.

“Dari situlah dasar sejarah Trenggalek yang saat ini berusia 824 tahun. Dan diperkirakan kamerdikan tersebut diberikan pada tahun 1194,” pungkasnya.