FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Kunjungan di Mojokerto, KH Makruf Amin : Santri Bisa Jadi Wakil Presiden

Nasional     Dibaca : 74 kali Jurnalis:
Kunjungan di Mojokerto, KH Makruf Amin : Santri Bisa Jadi Wakil Presiden
FaktualNews.co/Amanu
KH Makruf Amin dalam kunjungannya di Ponpes Amanatul Ummah Pacet Mojokerto, rabu (12/8/2018)malam

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Pasca menggelar pertemuan tertutup bersama pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto,KH Asep Syaifudin Halim serta Gubernur terpilih Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan puluhan Kiai, KH. Ma’ruf Amin secara terbuka meminta restu juga dukungan untuk maju dalam pilpres di depan ribuan santri juga para kiai. Dalam sambutannya, di Pondok pesantren Amanutul Ummah, yang berada di Desa Kembangbelor,  Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Ma’ruf menyampaikan, maksud kedatangannya tidak lain, untuk mohon do’a dan dukungan.

“Insya Allah dukungan dari Ulama NU antara kyai struktural dan kultural telah bulat pada saya untuk menjadi Wakil Presiden, termasuk KH Asep Syaifudin Halim pimpinan pondok Amanatul Ummah ini,” tegas Makruf Amin dihadapan awak media, rabu (12/9/2018) malam.

Selain itu, di tengah tengah sambutannya Kiai Makruf juga menyampaikan ingin pesantren menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat. Yang artinya Jika dirinya terpilih pihaknya akan membawa visi misi umat dalam membangun kesejahteraan selama lima tahun ke depan.

“Saya mewakili tokoh agamis dan pak Joko Widodo sosok nasionalis, maka akan cukup kuat untuk membangun Indonesia dalam segala hal,” tambahnya. Lebih jauh diungkapkan, pembangunan akan dimlai dari perekonomiaan keummatan, kesehatan, pendidikan. Termasuk lanjt kiai Makruf, pemberantasan kemiskinan akan menjadi poin yang wajib dilaksanakan.

Karena, di situlah menurut Kiai Makruf, pemerintahan harus hadir. Bahkan, menjadi fardu kifayah, menghilangkan bahaya kemiskinan dan kelaparan. Sebab, lanjut kiai Ma’ruf, dipilihnya dirinya menjadi calon wakil persiden, menunjukkan jika santri juga bisa jadi wakil presiden. “Sebagai seorang santri tidak boleh pesimis, harus optimis,” pungkasnya seraya memberikan motivasi di depan ribuan santri.

Editor
Adi Susanto