Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Pasien RS di Blitar Kekurangan Obat, Ini Penyebabnya

Peristiwa     Dibaca : 65 kali Jurnalis:
Pasien RS di Blitar Kekurangan Obat, Ini Penyebabnya
Ilustrasi obat-obatan.

BLITAR, FaktualNews.co – Beberapa waktu lalu ditemukan pasien rumah sakit di Blitar yang masih menebus obat sendiri di apotik luar RS. Padahal, pasien sudah tercover BPJS Kesehatan.

Dari hasil penelitian LSM Komite Rakyat Pemberantasan Korupsi (KRPK), ternyata kekurangan obat bukan dari kesalahan rumah sakit melainkan dari pihak distributor obat.

Koordinator KRPK, Imam Nawawi, memaparkan dari investigasi ke pengelola rumah sakit diketahui kalau proses penyusunan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) sudah berjalan dengan benar. Tiap rumah sakit di Blitar sudah menggunakan e-catalog yang kebutuhan sudah dihitung dari jumlah poli dan jumlah pasien yang datang.

“Kalau masalah RKO di Blitar sudah cukup baik. Tapi kaitannya tentang distribusi obat yang membuat permasalahan kehabisan obat selama ini,” ungkapnya dalam press release, Senin (5/11/2018).

Dia memaparkan, kehabisan stok obat itu diakibatkan diantaranya keterlambatan pengiriman obat pedagang besar farmasi (PBS), lalu kehabisan dari pusatnya di produsen obat atau perusahaan farmasi, dan adanya tunggakan obat dari rumah sakit kepada distributor obat.

“Seperti tunggakan ini diakibatkan tunggakan pembayaran bpjs. Satu rumah sakit saja dari penelitian kita 2 bulan saja hampir 10 miliar. Bisa dibayangkan ada berapa rumah sakit yang ada di seluruh indonesia dari rumah sakit negeri dan swasta,” ujarnya.

Dia berpesan agar pemerintah mempelototi kebijakan instansi terkait seperti rumah sakit, dinas kesehatan, dan BPJS Kesehatan. Dengan harapan masyarakat bisa menikmati layanan kesehatan sesuai yang diamanatkan undang-undang.

“Keterlambatan klaim BPJS ini menyebabkan banyak kendala pelayanan kesehatan juga ada kaitannya pengadaan obat. Kita harap pemerintas semakin getol mengawasi instansi terkait sehingga masyarakat bisa mendapat pelayanan kesehatan yang bagus,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya LSM KRPK memberikan advokasi kepada 101 pasien dari beberapa rumah sakit yang ada di Blitar. Dari situ ditemukan 7 pasien dari RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar masih menebus obat sendiri di luar apotik rumah sakit dengan alasan obat habis.

Editor
Saiful Arief