Kriminal

Bea Cukai Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkoba, Pelaku Simpan Sabu di Dubur

SIDOARJO, FaktualNews.co – Selama dua bulan, tim gabungan Customs Narcotics Team (CNT), Bea Cukai Madya Pabean Juanda, BNN, Pomal Juanda, Polda Jatim, Polresta Sidoarjo berhasil menggagalkan tiga kali upaya penyelundupan narkoba melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya di Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Penggagalan yang pertama yakni pada Rabu (13/2), petugas berhasil mengamankan narkoba jenis Cathinone seberat 7,9 kg yang dikirim melalui kantor pos MPC Surabaya. Barang tersebut berhasil dideteksi setelah dilakukan X-Ray.

“Setelah di buka ternyata ada tumpukan daun atau chatinone dan kami serahkan ke Polresta Sidoarjo untuk dilakukan pengembangan,” ucap Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) Juanda, Budi Harjanto, Senin (18/3/2019).

Penindakan ke dua pada Jumat (1/3/2019), petugas berhasil mengamankan seorang tersangka yakni Juhar (28), warga Bangkalan, Madura dengan barang bukti sabu seberat 160 gram. Barang haram tersebut, disembunyikan di dalam anus. “Setelah dilakukan rontgen dan kami ambil ternyata berisi sabu-sabu,” ucapnya.

Kepada petugas, penumpang pesawat Air Asia QZ323 rute Kualalumpur-Surabaya tersebut mengaku mendapat titipan dari temannya yang berada di Malaysia. “Kalau berhasil masuk ke Indonesia, pelaku akan diberi uang sebesar Rp 15 juta,” terang Budi.

Sementara tindakan yang ke tiga pada hari Kamis (7/3/2019), petugas juga berhasil mengamankan satu tersangka yakni warga asal Malaysia, dia adalah Moh Fakaruddin dan barang bukti sabu seberat 1,070 gram.

Barang haram tersebut disembunyikan di dalam box speaker. Saat itu, petugas sudah menaruh curiga terhadap pelaku. Setelah dilakukan interview dan dilakukan pemeriksaan, ternyata benar dugaan petugas. “Ada sekitar 1 kilogram lebih,” ucapnya.

Budi mengatakan bahwa penumpang pesawat Citilink QG523 itu dititipi oleh temannya yang berada di Madura. Pelaku akan diberi uang sebesar 6000 ringgit atau sekitar 20 juta apabila berhasil membawa barang tersebut ke Madura. “Atas penggagalan ini, setidaknya dapat menyelamatkan 4.590 generasi muda jika perhitungan 1 gram dikosumsi dua orang,” pungkasnya.