FaktualNews.co

Ada Istilah ‘UGD’, Korban Bisnis Qnet di Lumajang Mengaku Dipaksa Bayar Rp 10 Juta

Kriminal     Dibaca : 700 kali Jurnalis:
Ada Istilah ‘UGD’, Korban Bisnis Qnet di Lumajang Mengaku Dipaksa Bayar Rp 10 Juta
FaktualNews.co/muji lestari
M Karyadi, (kanan) tersangka bisnis money games asal Madiun

LUMAJANG, FaktualNews.co-Korban bisnis perdagangan uang sistem piramida yang diungkap Tim Cobra Polres Lumajang, terus bermunculan.

Tak hanya melapor kepada Polisi, tak sedikit dari mereka membagikan kisahnya di media sosial selama mereka bergabung di dunia money games itu, Selasa (10/9/2019).

Salah satunya yakni diungkap oleh pengguna Facebook bernama Reyesarshavind melalui grup milik Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban.

Selama bergabung di Qnet, bersama tekan-temanya, Reyesarshavind mengaku terus dipaksakan bergabung dengan bisnis money games ini.

Untuk ikut dalam kegiatan itu, bahkan tak jarang trainer kerap meminta para anggota baru untuk menghalalkan segala cara agar bisa memenuhi syarat masuk dan bergabung di Qnet.

Reyesarshavind sempat dikenalkan dengan istilah UGD. UGD yang dimaksud bukanya Unit Gawat Darurat, melainkan Utang, Gaden (menggadaikan) dan Dodol (menjual).

Hal ini dilakukan untuk mendapatkan uang, karena syarat mutlak untuk bergabung dalam bisnis tersebut adalah membeli produk kesehatan yang bernama ‘cakra’ seharga sekitar Rp 10 juta.

“Saya sempat empat hari ikut presentasi, bahkan presentasi sampai jam 03.00 dini hari. Peserta dikumpulkan dari berbagai daerah berbeda, seperti dari lumajang, Jember, banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo bahkan ada dari pulau Bali,” ujarnya.

Reyesarshavind sendiri mengaku sempat menjual motornya Rp 6 juta untuk bergabung di bisnis Q-net ini. Motor tersebut merupakan hasil dia bekerja di pulau Bali.

“Saya akhirnya diingatkan oleh teman saya di Banyuwangi yang mengatakan, bisnis Qnet itu tidak benar, akhirnya saya tidak lanjutkan,” ceritanya.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban, mengatakan sistem kerja dari perusahaan MLM (multi level marketing) tersebut untuk mencuci otak calon korbannya secara masif dan terorganisir.

Tujuannya, kata dia, hanya supaya mereka membeli barang yang sebenarnya mereka tidak butuhkan.

“Dari penuturan akun facebook Reyesarshavind, mereka dicuci otaknya sedemikan rupa. mulai menyampaikan selamat pagi walau sudah malam hari, sampai dengan mencari uang dengan jalan apapun,kata Arsal.

Bahkan, sambung Arsal, dipaksa untuk menjual harta benda mereka satu-satunya yang mereka miliki. “Inilah bahayanya perdagangan dengan sistem piramida, karena barang yang diperjualbelikan hanyalah kedok belaka,” pungkas Arsal.

Editor
Sutono Abdillah
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...