FaktualNews.co

Siswi Pengidap Kanker Tulang di Mojokerto Diamputasi, Ingin Segera Bisa Sekolah

Peristiwa     Dibaca : 130 kali Jurnalis:
Siswi Pengidap Kanker Tulang di Mojokerto Diamputasi, Ingin Segera Bisa Sekolah
FaktualNews.co/Amanu
Kondisi Silfi Qumairoh pasca dioperasi, didampingi bapaknya Mohammad Gozali.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Silfi Qumairoh (14) seorang siswi SMP asal Dusun Kedungmaling, Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, penderita kanker tulang akhirnya diamputasi.

Kondisi ini, membuat keluarga berharap bantuan kaki palsu, agar keinginan anaknya untuk kembali bersekolah bisa kembali terwujud.

Sebelumnya, kaki kanan gadis berusia 14 tahun ini membengkak cukup besar akibat kanker tulang. Sehingga, kaki kanannya dipotong hingga pangkal paha oleh tim dokter RSU Dr Soetomo, Surabaya.

Saat didatangi di rumahnya, Silfi Qumairoh tampak masih terbaring lemas di atas ranjang. Tubuhnya masih kering kerontang dan rambut di kepalanya juga hampir habis, karena efek kemoterapi yang sedang dia jalani.

Mohammad Gozali, orang tua Silfi mengatakan, sebelum diamputasi, anaknya dirawat selama 12 hari di RSU Dr Soetomo, yaitu sejak 22 September sampai 3 Oktober 2019. Operasi berjalan lebih dari 4 jam, pada Minggu (29/9) lalu.

Pasca diamputasi, kondisi Silfi terus membaik. Namun, dia masih mengeluh kesakitan pada bagian atas paha dan kepala. Selain itu, dia juga masih terbayang masih memilik kaki.

“Saat proses amputasi, anak saya ini sempat meminta agar kakinya dipotong sampai setengah paha saja, karena takut nanti tidak bisa menggunakan kaki palsu,” terangnya, Rabu (9/10/2019).

Namun, dokter yang menangani, akhirnya memberikan penjelasan dan akhirnya mau diamputasi sampai pangkal paha. Di sisi lain, penyakit yang dideritanya, menurut dokter, sudah menjalar sampai paha.

“Alhamdulillah, kondisinya membaik mulai dari makannya. Hanya saja, sampai saat ini dia masih belum bisa duduk,” tambahnya.

Silfi hanya berharap bisa segera pulih, agar bisa menimba ilmu kembali di sekolah seperti biasa. “Dia ini memang pendiam, jadi jarang ngomong. Dia hanya berharap bisa sekolah kembali,” paparnya.

Kalau masalah kaki palsu, pihaknya belum mengetahui pasti. Namun, dirinya sempat dengar akan mendapatkan bantuan kaki palsu dari pemerintah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, Didik Chusnul Yakin mengatakan, keputusan amputasi terhadap Silfi dikarenakan kanker yang dideritanya, sudah menjalar hingga ke atas lututnya. Jika tidak diamputasi, khawatir akan menjalar ke organ dalamnya.

Pasca operasi, lanjut Didik, kondisi tubuh Silfi saat ini tergolong kurus, karena kekurangan gizi. Rambutnya masih kerap rontok lantaran efek samping dari kemoterapi. Dia juga belum bisa duduk.

“Adik Silfi ini kekurangan gizi, salah satunya karena makan di rumah cuma nasi pakai kerupuk dan garam,” ungkap Didik.

Terkait kondisi Silfi saat ini, Didik menyatakan komitmennya untuk mengawal sampai siswi kelas 2 SMP itu, benar-benar pulih. Terlebih lagi, Silfi tergolong anak yang mempunyai semangat tinggi untuk sembuh.

Dia juga telah memerintahkan ahli gizi dari Puskesmas Sooko, untuk membuat susunan asupan gizi bagi Silfi.

“Susunan asupan gizi itu saya minta diberikan kepada orang tua Silfi, supaya diberikan menu-menu yang bergizi setiap hari. Kami siap membantu susu jika diperlukan, agar tubuh Silfi kembali normal,” terangnya.

Selain itu, Didik juga berjanji memberi bantuan kaki palsu gratis untuk Silfi. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto dan pembuat kaki palsu. Dengan kaki palsu itu diharapkan, gadis yang pandai membaca Alquran ini bisa beraktivitas seperti anak lainnya.

Editor
Arief Anas
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...