FaktualNews.co

Ribuan Buruh Pabrik Rokok di Jatim, Tahun Depan Dirumahkan

Peristiwa     Dibaca : 377 kali Jurnalis:
Ribuan Buruh Pabrik Rokok di Jatim, Tahun Depan Dirumahkan
FaktualNews.co/istimewa
Buruh pabrik rokok kretek.

SURABAYA, FaktualNews.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur,  menerima laporan bahwa tahun depan akan ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap ribuan buruh sebuah pabrik rokok.

Kabar tersebut disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Himawan Estu Bagijo, disela acara penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2020 di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Kota Surabaya, Rabu (20/11/2019).

Jumlah pekerja yang di PHK pun tak tanggung-tanggung, Himawan, menyebut ada sekitar dua ribuan, “PHK tahun depan banyak, beberapa perusahaan yang alas kaki misalnya. Kemudian di Kletek. Skema-skema itu sudah kita bicarakan dengan pengusaha, kemudian ada penyesuaian dengan pelatihan dan pilihan-pilihan job apa yang dipilih nanti. Kalau mau disebut lebih dari dua ribuan,” paparnya.

Perusahaan yang dimaksud adalah pabrik rokok kretek yang berada di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Kata Himawan, perusahaan terpaksa merumahkan ribuan pekerjanya lantaran produknya tidak laku di pasaran.

“Produknya sudah nggak laku, karena pindah Ke Filter. Harga rokok juga naik,” lanjutnya.

Data mencengangkan kembali ia sampaikan, bahwa di tahun 2019 ini saja, ada sekitar 1.700 an pekerja yang kehilangan mata pencahariannya akibat di PHK.

Kendati demikian, pemerintah dikatakan Himawan tak tinggal diam. Ada banyak program yang dijalankan untuk meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM). Terutama bagi para pekerja korban PHK.

“Pasti kita programnya pelatihan. Kedua kita mengantisipasi adanya PHK sehingga kita melakukan up skilling atau re skilling. Kita juga menghadapi Pekerja Migran Indonesia ( PMI) yang hilang, di situ kita memberikan pelatihan pembekalan supaya digunakan kita juga menghadapi orang orang yang pindah profesi terutama golongan muda, Gubernur kan mendirikan Millennial job center,” tutupnya.

 

 

 

Editor
Nurul Yaqin
Dapatkan Berita Terbaru Via:
Whatsapp
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...