FaktualNews.co

Kurang Terawat, Wisata Museum Milik Pemkot Probolinggo Dikeluhkan Pengunjung

Peristiwa     Dibaca : 488 kali Penulis:
Kurang Terawat, Wisata Museum Milik Pemkot Probolinggo Dikeluhkan Pengunjung
FaktualNews.co/Mojo
Lori milik PG Wonolangan, catnya ada yang mengelupas. Bahkan, lori yang dulunya digunakan mengangkut tebu tersebut, pernah ditempati tawon.

PROBOLINGGO, FaktualNews.co – Museum Kota Probolinggo di Jalan Suroyo, dikeluhkan pengunjung. Selain halamannya kotor, tanaman tidak terawat, barang yang dipajang di halaman depan museum, tampak kusam. Catnya sudah tak cerah lagi, bahkan ada yang mengelupas.

Kondisi seperti itu dikeluhkan Nila (27) salah satu pengunjung, Senin (30/12/2019) siang. Meski menyayangkan halaman depan museum tampak tak terawatt, namun Nila bersama rekannya yang menggendong balita, sempat berselfie dan berfoto ria, mereka bergantian berfoto berlatar belakang pesawat, tank, dan lori (kereta pengangkut tebu) yang dipajang di halaman depan museum.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Nila heran, mengapa tampilan perwajahan museum tuidak seperti dulu, yang bersih dan bagus. Sehingga banyak yang berkunjung dan betah berlama-lama di museum. Tapi, kini sebaliknya, dedaunan dan sampah pengunjung yang ada di pelataran atau lantai halaman, dibiarkan.

“Memang nggak ada petugas kebersiahannya tah, kok kotor begini,” ujarnya.

Perempuan asal Dringu, Kabupaten Probolinggo tersebut berharap, Pemkot segera mengecat kembali pesawat, tank TNI Marinir dan lori milik PG Wonolangan. Berikut mempercantik taman dengan merawat dan memotong dedaunan dan ranting.

“Harapan kami seperti itu. Ya biar bagus dan banyak pengunjung,” katanya.

Hasil pantauan di lapangan, pesawat, tank Marinir pinjaman atau hibah dari TNI Angkatan Laut Surabaya, catnya tampak kusam. Begitu juga dengan lori milik PG Wonolangan, catnya ada yang mengelupas. Bahkan, lori yang dulunya digunakan mengangkut tebu tersebut, pernah ditempati tawon. Kondisi yang sama juga ada pada pagar, pelindung tank dan lori dari jangkauan pengunjung

Daun dan ranting tanaman keras yang berfunsi peneduh, dibiarkan hingga mengering. Sedang tanaman perdu seperi bunga, dibiarkan rantingnya tumbuh kemana-mana. Tampak seperti lama tidak dipangkas atau dipotong. Hal serupa juga diperlakukan pada rumput yang tumbuhnya tidak merata.

“Kok pas jadi seperti ini ya. Padahal dulu cantik. Bersih dan terawat,” ujar Niken, pengunjung museum yang lain.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Tutang Heru Aribowo saat dikonfirmasi wartawan melalui ponselnya berterus terang, belum mengetahui kondisi halaman depan museum. Kendati demikian, pihaknya akan segera menindaklanjuti keluhan pengunjung.

“Nanti kita tindak lanjuti. Kita harus perbaiki, apalagi ini lokasi publik,” katanya singkat.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Arief Anas

YUK BACA

Loading...