Kesehatan

Pasien Positif Corona Jombang Bertambah, Istri Pedagang Keliling di Isolasi

JOMBANG, FaktualNews.co – Satu lagi warga asal Jombang, Jawa Timur dinyatakan positif terjangkit virus corona. Satu orang ini merupakan perempuan berusia 52 tahun asal Desa Sumberagung Kecamatan Peterongan. Wanita paruh baya tersebut merupakan istri dari SP (55) penjual pentol dan es keliling yang meninggal beberapa waktu lalu lantaran terpapar covid19.

Pasien bernomor 8 ini positif covid-19 setelah menjalani rapid test dan swab dengan hasil positif corona. Pernyataan ini disampaikan langsung Direktur RSUD Jombang, Puji Umbaran. Menurut dia, kondisi pasien cukup baik. Saat ini istri dari SP tersebut mulai menjalani isolasi di Rumah Sakit setempat.

“Benar, jadi hasil swab sudah positif sehingga sudah dinyatakan positif, sekarang sedang perjalanan kami jemput untuk dikarantina di RSUD Jombang,” ujar Puji Umbaran, Sabtu (2/5/2020).

Puji menjelaskan selain istri, ada beberapa pihak keluarga dari SP yang juga dilakukan uji labroratorium atau swab. Namun, hanya istri SP ini yang hasilnya positif. Sedangkan, pihak keluarga lainya dinyatakan negatif.

“Yang negatif sudah kami swab dua kali, semuanya kami lupa jumlahnya berapa orang, yang jelas orang yang terdekat dan berhubungan dengan SP sudah kami lakukan swab,” tandasnya.

Diketahui, SP (55) meninggal dunia pada pertengahan bulan April lalu. SP sempat menjalani perawatan medis. Namun kondisinya kian memburuk dan akhirnya meninggal dunia. Belum diketahui dari klaster mana Sp terpapar. Dugaan awal, ia terpapar dari anaknya yang baru pulang dari kota Sidoarjo.

Setelah bertahan di angka 7, jumlah pasien positif corona di Jombang sendiri per 2 Mei 2020 menjadi delapan orang. Pasien pertama berdasar hasil tracing merupakan pasien yang baru bepergian dari luar negeri. Pasien kedua diduga terpapar dari wilayah Jawa Barat. Tiga pasien merupakan klaster Sukolilo. Dua pasien diduga terpapar dari wilayah Surabaya. Dan terakhir warga Sumberagung Peterongan yang masih dilakukam tracing dan tracking pihak berwenang.