Peristiwa

Makamkan Jenazah dengan Protokol Covid-19, Petugas BPBD Jember Dilempari Tanah

JEMBER, FaktualNews.co–Pemakaman jenazah pasien suspect Covid-19 oleh petugas di pemakaman Desa Gugut Kecamatan Rambipuji, Jember, diwarnai ketegangan.

Anggota TRC BPBD Jember yang melakukan pemakaman, dilempari tanah ‘lempung’ (tanah dibulatkan dicampur lumpur) oleh warga dan pihak keluarga almarhumah Kaidah (51). Kaidah adalah jenazah yang dimakamkan dengan protokol Covid-19.

Perlakuan tidak nyaman yang dialami petugas itu, diakibatkan pihak keluarga jenazah dan warga di Desa Gugut, tidak terima pemakaman dilakukan dengan protokol Covid-19.

Warga maupun pihak keluarga almarhum Kaidah meyakini, meninggalnya pasien yang sebelumnya dirawat di RS Bina Sehat itu bukan suspect Covid-19.

“Pihak keluarga dan warga tadi banyak berdatangan, mayoritas tidak bermasker. Karena jumlah warga cukup banyak, dan kondisi pemakaman gelap, serta perlakuan tidak menyenangkan dengan melempari lempung itu, membuat pemakaman tidak nyaman. Karena kita bekerja was-was,” ujar petugas pemakaman dari BPBD Jember yang enggan disebutkan namanya itu, Kamis (6/8/2020) malam.

Karena diwartnai pelemparan tanah lempung itu pula, proses pemakaman memakan waktu dua jam lebih. Prosesi pemakaman yang dilakukan saat Maghrib itu, baru selesai setelah Isya.

“Kami berupaya menetapkan posisi peti mati agar lurus dan tepat mengarah ke tempat semestinya. Karena pihak keluarga berteriak agar benar. Jadi di sana memakan waktu lama,” sambungnya.

Mengenai intimidasi yang dilakukan pihak keluarga jenazah ataupun juga dari warga sekitar, dianggap oleh petugas sebagai menakutkan.

“Sebenarnya sudah biasa. Sama seperti yang kami alami di lokasi pemakaman lain. Tapi situasi tadi lebih menakutkan. Selain dilempar tanah lempung berbentuk bulat, juga ada warga yang berteriak, dan bahkan memukul saya,” ungkapnya.

Namun petugas tadi tetap bersabar dan memaklumi. “Dan setelah pemakaman juga langsung meninggalkan lokasi, dijaga banyak polisi agar suasana kondusif,” sambungnya.

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Heru Widagdo membenarkan tentang adanya perlakuan tidak menyenangkan dan intimidasi dari keluarga ataupun warga lainnya saat proses pemakaman.

“Memang benar (ada perlakukan tidak menyenangkan). Tapi bagaimana lagi, itu kami anggap wajar, apalagi prosesi pemakaman. Anggota saya yang bercerita (TRC BPBD Jember), dan tahu tentang peristiwa tadi,” kata Heru.

Menghadapi kondisi seperti itu, dia tetap mengimbau anggotanya untuk tetap sabar. “Ya itu saja. Tapi Alhamdulillah dari evaluasi setelah pemakaman, para petugas pemakaman tetap bertahan,” ujarnya.

Heru menyebutkan, ada 10 anggota tim pemakaman yang ditugaskan. “Sesuai dengan yang diatur dan ditugaskan. Jadi prosesi pemakaman tetap dilanjutkan hingga selesai,” pungkasnya.