Peristiwa

Gadis 12 Tahun Diperkosa Hingga Hamil dan Melahirkan Sendiri saat Lockdown

FaktualNews.co – Sungguh miris nasib gadis 12 tahun ini, diperkosa saat lockdown gegara pandemi Covid-19 hingga hamil.

Saat masuk sekolah pun dalam kondisi hamil. Baik guru maupun temannya tidak tahu dia mengandung.

Baru-baru ini gadis tersebut melahirkan secara diam-diam di rumahnya tanpa disadari anggota keluarganya. Kejadian ini terjadi di Cantabria, Spanyol.

Baik ibu dan bayinya dilaporkan sehat, dengan ayah bayi itu adalah remaja 17 tahun yang dekat dengan keluarga korban dan sempat tinggal bersama mereka.

Media Spanyol seperti dikutip dari Tribunnews.com memberitakan, gadis 12 tahun itu hamil ketika “Negeri Matador” menerapkan lockdown untuk mencegah Covid-19 pada Maret lalu.

Paramedis menyatakan, mereka bergegas datang ke rumah si korban untuk membantunya melahirkan, dan melarikannya ke Rumah Sakit Universitas Marques de Valdecilla.

Di rumah sakit kawasan Santander itu, staf medis melakukan evaluasi, dengan gadis itu diizinkan pulang setelah menerima perawatan.

Adapun bayinya dilaporkan masih berada di rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan, dengan pihak berwenang menyatakan masih menginvestigasi insiden tersebut.

Kasus pemerkosaan di tengah masa lockdown juga pernah terjadi Juni 2020 lalu.

Seorang gadis 11 tahun di barat daya Argentina diperkosa pria yang ditampungnya ketika lockdown Covid-19 diberlakukan.

Pelaku yang berusia 24 tahun dilaporkan berada di Rio Negro, ketika pemerintah setempat memutuskan menutup kota untuk mencegah penularan.

Karena tidak bisa kembali ke kota asalnya di La Plata, pria itu dilaporkan diizinkan oleh seorang perempuan untuk tinggal bersama keluarganya.

Namun, dia melecehkan putri wanita yang sudah menampungnya. Gadis itu diperkosa setidaknya tiga kali selama dua bulan saat pria itu tinggal bersama keluarganya.

Dilaporkan InfaBae via Daily Mirror Kamis (18/6/2020), pria yang tak disebutkan identitasnya berusaha untuk menyanggah tuduhan itu.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan di tubuh korban, yang ditemukan adanya bekas luka penganiayaan, barulah pelaku mengakui perrbuatannya.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan, terungkap korban yang juga tidak disebutkan namanya tersebut sudah diperkosa hingga tiga kali.

Laporan media Argentina menyebutkan, dengan banyaknya bukti yang menyudutkannya, pelaku tidak punya pilihan selain menerima tuduhan.

Ibu si gadis pertama kali melaporkan kejahatan lelaki itu pada Mei, sebelum Jaksa Penuntut Bariloche, Cesar Lanfranchi, menggelar penyelidikan.

Surat perintah penangkapan segera diterbitkan kepada pelaku, yang kemudian dijatuhi hukuman penjara selama delapan tahun.