FaktualNews.co

21 Perawat di Lumajang Terpapar Covid-19, PPNI: Bisa Kekurangan Tenaga Tangani Pasien

Kesehatan     Dibaca : 158 kali Penulis:
21 Perawat di Lumajang Terpapar Covid-19, PPNI: Bisa Kekurangan Tenaga Tangani Pasien
FaktualNews.co/efendi murdiono
Ketua PPNI Lumajang Dr Suhari

LUMAJANG, FaktualNews.co-Sedikitnya 21 orang tenaga perawat di Kabupaten Lumajang yang bertugas di sejumlah puskesmas maupun rumah sakit terpapar Covid-19, selama masa pandemi.

Jika angka tersebut terus bertambah, akan terjadi kelangkaan tenaga perawat menangani pasien Covid-19.

Kekhawatiran itu disampaikan Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Lumajang Dr Suhari.

“Hari ini pun ada teman positif, baik yang ada di rumah sakit ataupun di Puskesmas,” kata Suhari, Selasa (06/07).

Kondisi perawat yang terkonfirmasi positif Covid-19 kini sedang menjalani isolasi dengan pengawasan ketat untuk mempercepat proses penyembuhannya. Mereka dipastikan tertular dari pasien yang sedang ditangani.

“Bila bertambah (perawat terkonfirmasi positif Covid-19, red) lagi kita akan susah,” ucap Suhari.

Alumnus Universitas Jember Jawa Timur ini meminta agar masyarakat mematuhi peraturan yang saat ini sedang menjalankan Peraturan Presiden tentang PPKM Darurat, dengan rentang waktu 17 hari, mulai 03 hingga 20 Juli 2021, agar rantai Covid-19 terputus.

Suhari meminta, pemerintah daerah bila mana ada penambahan ruang atau tempat pasien Covid-19 agar menambah tenaga perawat.

Sehingga tenaga perawat yang ada kata dosen Keperawatan Universitas Jember di Lumajang ini tidak kewalahan menangani pasien Covid-19.

“Bila ada tambahan tempat tidur pemerintah atau tim Covid, mestinya ada penambahan tenaga,” pinta Suhari.

Sekretaris DPD PPNI kabupaten Lumajang Zaenul Abidin meminta para perawat menjadi pelopor dalam pencegahan penularan Covid-19.

Dari sekitar 1.300 perawat di Lumajang, setidaknya memotivasi keluarga besarnya mentaati peraturan pemerintah.

Zaenul Abidin menyampaikan sekitar 1.300 tenaga perawat di Kabupaten Lumajang diminta proaktif dalam pelaksanaan PPKM Darurat.

“Tenaga perawat diharapkan menjadi tauladan bagi masyarakat umum, perawat merupakan tenaga terdepan dalam penanganan Covid-19 sehingga tidak ada yang melakukan pelanggaran atas pengetrapan PPKM Darurat selama dua pekan atau 17 hari,” ucap Zaenul kepada media FaktualNews.co.

Zaenul Abidin minta kepada perawat yang ada di Lumajang memberikan pemahaman, minimal kepada keluarga besarnya untuk sementara waktu tidak banyak beraktivitas di luar rumah, agar kondisi jumlah terpapar Covid-19 tidak semakin banyak.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono
Tags