Wisata

Sempat Mati Suri, Festival Kopi Bondowoso Segera Digelar Lagi

BONDOWOSO, FaktualNews.co – Festival Kopi di Kabupaten Bondowoso sempat mati suri sejak 2019, bakal digelar kembali September atau paling lambat awal Oktober 2021 mendatang.

Ini seiring redanya pandemi Covid-19, yang memberi kesempatan pemkab setempat mereaktivasi festival tersebut.

Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi antara Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bondowoso dengan paguyuban kampung kopi di graha Ijen, Selasa (7/9/2021).

“Pertemuan ini untuk membahas rencana digelarnya festival kopi lagi di Bondowoso. Salah satu tujuannya adalah membangkitkan kembali citra Bondowoso sebagai Republik Kopi Indonesia,” kata Kepala Disparpora Kabupaten Bondowoso Mulyadi melalui Kabid Pariwisata Arif S Raharjo, Selasa (7/9/2021).

Menurutnya, PPKM Bondowoso turun ke level 2 menjadi angin segar. Sehingga geliat ekonomi masyarakat dihidupkan kembali.

“Kami ada 2 rencana tempat, yaitu di Wisata Kuliner Ki Ronggo atau di Kampung Kopi. Keduanya memiliki plus minus dan masih akan kita kaji lebih dalam tempat yang paling representatif,” paparnya.

Pelaksanaan festival kopi yang kali ini bertema Kopi Rakyat diwacanakan digelar setiap Jumat-Minggu pada pekan 1 dan 3 saban bulan.

“Permulaan bisa pekan ketiga September ini atau pekan pertama Oktober nanti,” ucapnya.

Pada rakor tersebut, Disparpora Kabupaten Bondowoso mengundang 30 pelaku usaha warung kopi dan cafe Kampung Kopi di jalan Pelita, Kelurahan Tamansari.

“Kami masih menginventarisasi usulan dan saran dari pelaku usaha agar festival kopi nantinya bisa berjalan dengan lancar,” harapnya.

Ia menambahkan, festival kopi sangat bermanfaat bagi pelaku usaha kopi Bondowoso dari sektor hulu hingga hilir. Selain menguatkan citra kopi Arabica Bondowoso, festival kopi dapat menarik wisatawan agar singgah di daerah yang juga dikenal dengan sebutan Kota Tape ini.

“Tahun 2016 ada tujuh pelaku usaha cafe. Sebulan berjalan menjadi sembilan pelaku usaha dan enam bulan berjalan menjadi 14 dan sekarang sudah puluhan,” ungkapnya.

Yudik, seorang pengelola kafe di Kampung Kopi mengaku bahwa Kampung Kopi masih melekat bagi wisatawan.

“Jujur, saat PPKM ini malah kami kedatangan banyak tamu dari luar daerah. Mereka yang niat datang ke Gunung Ijen dan wisata Bondowoso lain, putar arah akibat wisata ditutup. Yang mereka tuju akhirnya Kampung Kopi,” ungkapnya.

Oleh karenanya, wacana pengaktifan kembali Festival Kopi disambut antusias dan diharapkan bisa mendongkrak ekonomi masyarakat Kabupaten Bondowoso. (Deni)