FaktualNews.co

Diduga Pungli, Dua Oknum Kader PDIP Diadukan ke Fraksi PDIP Surabaya

Peristiwa     Dibaca : 24 kali Penulis:
Diduga Pungli, Dua Oknum Kader PDIP Diadukan ke Fraksi PDIP Surabaya
FaktualNews.co/risky prama
Kedatangan warga Tambaksari yang mengadu ke Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya

SURABAYA, FaktualNews.co – Dua Oknum kader PDI Perjuangan, dilaporkan oleh Mat Arifin, warga Tambaksari, Surabaya, ke Fraksi PDI Perjuangan, DPRD Kota Surabaya, Rabu (15/9/2021) siang.

Kedua oknum yang dilaporkan tersebut inisial PWD dan BW, atas dugaan jual beli bangku sekolah di SMPN 9, Surabaya.

Keduanya menjanjikan kepada Mat Arifin, ia bisa membantu anaknya masuk ke SMPN 9, dengan syarat membayar Rp 7,5 juta. Namun anak pengadu tetap tidak diterima di SMPN 9.

Kedatangan Mat Arifin, diterima oleh Sekretaris Fraksi PDI-Perjuangan, Abdul Ghoni Mukhlas Niam, Baktiono dan Anas Karno.

Mat Arifin, menjelaskan, dirinya dijanjikan kedua oknum tersebut akan dimasukkan ke SMPN 9. Tapi syaratnya membayar Rp 7,5 juta.

“Uang sudah diterima, tapi sampai saat ini nasib anak saya belum jelas. Jadi, belum ada panggilan masuk sekolah dari SMPN 9, ” kata Mat Arifin, saat berada di ruang Fraksi PDI Perjuangan, Rabu (15/9/2021).

Abdul Ghoni yang mendengar cerita Mat Arifin mengaku sangat prihatin atas oknum yang tidak bertanggung jawab itu. Apalagi dilakukan di saat pandemi Covid-19.

“Kami akan mem-follow up aduan ini, apakah bisa dikembangkan atau tidak. Ya, paling tidak oknum yang melakukan penipuan ada efek jera, sehingga tak mengulangi perbuatannya lagi,” ujar Abdul Ghoni, Rabu (15/9/2021).

Lanjut Ghoni, persoalan ini akan dikomunikasikan dengan pimpinan dan berkoordinasi dengan anggota Komisi D yang membidangi soal pendidikan.

“Jika terbukti, oknum tersebut melakukan pungli atau penipuan, kasus ini akan dibawa ke ranah hukum,” geram dia.

“Kita lihat progresnya nanti sampai sejauh mana. Kita akan coba memediasi secara keseluruhan. Jika pelaku tak kooperatif, ya terpaksa kita laporkan ke polisi,” tambahnya.

Wakil Sekretaris DPC PDIP Surabaya, Achmad Hidayat menegaskan, Fraksi PDIP akan mendalami kasus ini. “Fraksi PDIP akan mencarikan solusi terbaik. Mudah-mudahan korban nanti bisa sekolah secepatnya,” ungkap dia.

Karena itu, Hidayat mengingatkan kepada warga Surabaya untuk berhati-hati kalau ada orang menjanjikan bisa memasukkan ke sekolah negeri dengan imbalan sejumlah uang.

“Jangan percaya. Karena sistem penerimaan masuk sekolah negeri itu sudah jelas,” pungkas dia.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono