FaktualNews.co

Waduh, Kunjungan Menparekraf Sandiaga Uno di Mojokerto Picu Kerumunan

Peristiwa     Dibaca : 186 kali Penulis:
Waduh, Kunjungan Menparekraf Sandiaga Uno di Mojokerto Picu Kerumunan
FaktualNews.co/lutfi hermansyah
Kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf RI) Sandiaga Salahuddin Uno di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, yang memicu kerumunan, Jumat (16/9/2021).

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf RI) Sandiaga Salahuddin Uno di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto menimbulkan kerumunan, Jumat (16/9/2021).

Kehadiran menteri tersebut guna meninjau sekaligus meresmikan Kampung Majapahit Desa Bejijong sebagai 50 wisata desa terbaik se-Indonesia, didampingi Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati.

Pantauan di lokasi, antusiasme warga justru menimbulkan masalah baru, berupa kerumunan di tengah kenaikan kasus covid-19 yang tinggi, terlebih Kabupaten Mojokerto masih berstatus PPKM Level 3.

Kerumunan tersebut terjadi karena masyarakat sekitar ingin menyaksikan langsung Menparekraf dalam kegiatan tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, panitia tetap selalu memperhatikan warga yang terus berdatangan.

Walaupun seluruh tamu undangan dan warga yang hadir diharuskan menggunakan masker dan mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes), namun kerumunan tak terhindarkan sesuai anjuran pemerintah.

Meski demikian, acara yang dipusatkan di wisata Budha tidur atau Maha Vihara Majapahit Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto itu berjalan lancar.

Pada kesempatan itu, Sandiaga mengatakan, akan memenuhi permintaan dari masyarakat setempat terkait dengan peningkatan sarana prasarana sampai dengan keterampilan, khususnya produk ekonomi.

“Kami memiliki program-program itu. Ke depan, Desa Bejijong akan menjadi salah satu prioritas kita untuk kita tingkatkan,” katanya dihadapan awak media.

Ia melihat terdapat keunikan tersendiri di desa tersebut. Seperti kearifan lokal dan toleransi umat beragama.

“Kita (berada) di tengah Vihara yang umatnya mungkin 95 persen muslim, tapi ini sangat berdampingan dan harmonis, ini ciri-ciri gotong-royong. Ini yang menjadi catatan luar biasa,” ungkap Sandi, sapaan akrabnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono