FaktualNews.co

Angka Stunting di Jember 37,08 Persen, Peringkat 2 di Jatim

Kesehatan     Dibaca : 133 kali Penulis:
Angka Stunting di Jember 37,08 Persen, Peringkat 2 di Jatim
FaktualNews.co/hatta
Bupati Jember Hendy Siswanto saat pimpin rapat bahas angka stunting, juga AKI dan AKB di Jember.

JEMBER, FaktualNews.co – Dalam kesempatan Rapat Rembuk Pencanangan Penurunan Angka Stunting’ di Aula Lantai Dua Pendapa Wahyawibawagraha, Jember, Bupati Jember Hendy Siswanto mengakui angka kasus stunting saat ini 37,08 persen.

Selain itu, angka kasus stunting di Jember itu merupakan peringkat dua tertinggi di Jawa Timur, setelah Kabupaten Probolinggo.

Sebagai upaya menurunkan angka kasus stunting itu, Bupati Hendy memiliki target penurunan angka stunting tersebut.

Selain itu, kata Hendy, Pemkab Jember juga akan berupaya untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

“Paling cepat akhir tahun 2022 ini,” kata Hendy dikonfirmasi usai rapat, Rabu (22/9/2021).

Bupati Hendy mengakui, angka kasus stunting saat ini masih tinggi. Bahkan peringkat 2 di Jawa Timur.

“Saat ini angka stunting di Kabupaten Jember posisinya tercatat 37,08 persen. Namun, kami berharap harus tetap optimis dan tetap bersinergi untuk percepatan penurunan angka stunting ini,” sambungnya.

Menurut Hendy, untuk menangani penurunan angka stunting, nantinya Pemkab Jember juga dibantu Kementerian Dalam Negeri.

“Sehingga lebih komprehensif lagi penanganannya. Pastinya akan melibatkan stakeholder yang ada. Di antaranya melibatkan kades, camat, termasuk juga posyandu,” sebutnya.

Bahkan terkait upaya yang dilakukan, Hendy juga menyampaikan target penurunan angka stunting dan kematian AKI juga AKB,
akan menjadi program utama, dan segera dilaksanakan.

“Akan kami lakukan penajaman-penajaman (fokus penanganan), di lokasi yang masih tinggi angka stuntingnya. Termasuk AKI dan AKB juga,” tegasnya.

“Tentunya penanganannya mulai dari ibu hamil, di mana kondisi badannya yang kurus. Kemudian soal perkembangannya juga tidak bagus, di situlah akan kami lakukan pendampingan, sehingga perlu adanya treatment gizi yang bagus,” sambungnya.

Terkait upaya yang dilakukannya itu, kata Hendy, tidak kemudian menjadi tanggung jawab Pemkab Jember saja.

“Ini tanggung jawab kita bersama-sama. Bukan hanya pekerjaan PKK, Dinkes, Puskesmas, maupun Posyandu saja. Kami juga harus menjaga stunting yang masih berumur 6 bulan sampai 24 bulan. Itu sangat penting. Butuh pengawasan juga. Siapa yang mengawasi? Tentunya di tingkat paling rendah, ya camat dan desa,” tandasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono