FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Pandemi Melandai, Ekonomi Bergerak, Kerajinan Kulit di Jombang Mulai Bangkit

Kewirausahaan     Dibaca : 192 kali Penulis:
Pandemi Melandai, Ekonomi Bergerak, Kerajinan Kulit di Jombang Mulai Bangkit
FaktualNews.co/diana kusuma negara
Abdur Rozaq dengan hasil kerajinan dari bahan kulit sapi di Desa Jabon, Kabupaten Jombang.

JOMBANG, FaktualNews.co – Sejumlah pelaku usaha, termasuk pengrajin tas kulit di Desa Jabon, Kabupaten Jombang, terpukul akibat pandemi Covid-19.

Namun seiring melandainya Covid-19, dunia bisnis di Kabupaten Jombang pun bergerak, usaha kecil dan menengah ini pun mulai bangkit. Omzet mulai terkerek naik.

Hal tersebut yang dirasakan Abdur Rozaq (55), pemilik home industry kerajinan kulit seperti tas, dompet, sabuk dengan bahan kulit sapi. Abdur Rozak mengaku usahanya mulai merambat bangkit, meski belum sepenuhnya pulih seperti sebelum pandemi.

“Saat pandemi, pendapatan turun bisa sampai 50 %, tapi sekarang mulai bangkit karena roda ekonomi mulai berputar. Ada kenaikan pemasukan, kira-kira pulih 75%, belum penuh,” katanya, Minggu (28/11/2021).

Abdur Rozaq mengungkapkan, meski belum pulih sepenuhnya, pendapatan yang dihasilkan dri kerajinan kulit sapi dirasakan sebagai angin segar untuk tetap melanjutkan usahanya.

“Yang penting sabar saja dan terus berusaha, dijalani dengan sebaik-baiknya. Bersyukur sekarang pendapatan bisa dirasakan mulai naik, meski perlahan,” ungkapnya.

Pria kelahiran Jombang ini mengaku memiliki ketrampilan membuat karya tas, dompet, sabuk dengan dari bahan kulit yang diperolehnya saat masih bekerja bersama orang. Setelah dirasa mampu, sdejak beberapa tahun terakhir dia membuka toko sendiri.

“Dulu saya belajarnya di Gresik dan Tanggulangin. Cuma dulu bikin imitasi, saya kurang suka dengan hasilnya. Setelah itu, saya buka usaha sendiri, dengan kualitas kulit yang super, sekitar 14 tahun lalu,” terangnya.

Hasil karya kerajinan kulit Abdur Rozaq dijual dengan harga beragam, disesuaikan dengan kualitas dan kuantitas bahan, serta tingkat kerumitan dalam pembuatannya.

“Biasanya tergantung dari bahan habisnya berapa, terus modelnya gimana. Saya jual mulai harga Rp 75 ribu hingga ratusan ribu per buah untuk barang kerajinan seperti dompet dan tas,” ujarnya.

Bagi Abdur Rozak, menjadi suatu kebanggaan tersendiri, karena saat ini hasil karya kerajinan kulitnya diapresiasi banyak orang. Termasuk peminat dari luar pulau, bahkan luar negeri.

“Dulu kerap kirim ke luar Jombang, seperti Surabaya, Kalimantan, atau kota lain. Pernah orang negara China bawa juga dari sini pas kebetulan main. Dia borong banyak sekali,” imbuh Abdur Rozaq memungkasi.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono