LAMONGAN, FaktualNews.co – Seorang anak berusia 3,5 tahun, AFR, ditemukan tewas tenggelam di empang belakang rumahnya di Dusun Semlawang, Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, pada Kamis (02/01/2025) siang. Kejadian tragis ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Kapolsek Sukodadi, AKP Moch. Lazib mengatakan, informasi yang diperoleh sebelumnya, korban sedang tidur di samping orang tuanya. Namun kedua orangtua ini tidak menyadari bahwa anaknya bangun dan pergi keluar rumah.

“Korban kemudian membuka pintu belakang rumah dan terjatuh ke dalam empang,” kata AKP Lazib, kamis (2/1/2025). Beberapa waktu setelah tertidur, saksi Rizki Hadi Permana Putra (orang tua korban) terbangun dan merasa panik karena tidak menemukan korban di sampingnya. “Setelah mencari ke beberapa tempat, saksi akhirnya menemukan korban dalam keadaan tenggelam di empang belakang rumah,” ujar Kapolsek Sukodadi.

Dengan cepat, lanjut Kapolsek Sukodadi, saksi mencoba menolong dan mengangkat korban, lalu membawanya ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. “Sayangnya, setelah tiba di rumah sakit, dokter menyatakan korban sudah tidak bernyawa,” ungkap AKP Lazib. Pihak keluarga yang merasa kehilangan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kepala Desa, yang meneruskan laporan kepada pihak kepolisian. Petugas Polsek Sukodadi segera datang ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Setelah melakukan pemeriksaan, keluarga korban membuat surat pernyataan untuk tidak menuntut terkait kejadian tersebut,” pungkasnya. Untuk diketahui sebelumnya, seorang anak berusia 11 tahun, berinisial MDS, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di selokan air yang melintasi Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, pada Senin (30/12/2024) sore. Kejadian bermula ketika korban bersama lima temannya bermain hujan-hujanan di gorong-gorong jalan poros desa. Saat arus air mengalir deras, korban terpleset dan terseret ke dalam selokan, teman-temannya segera meminta bantuan warga sekitar. Korban berhasil ditemukan oleh saksi Lasmuan dan Sholikin, lalu korban dibawa ke Puskesmas Brondong untuk mendapatkan pertolongan medis, namun sayangnya korban sudah dinyatakan meninggal dunia setibanya di sana.